Apes, Nekat Mudik dari Jakarta ke Kampung Halaman, Satu Keluarga Ini Sempat Terlantar di Jalanan Lantaran Rumah sang Nenek Dijual

Intisari Dipublikasikan 08.20, 27/05 • Muflika Nur Fuaddah
Ilustrasi mudik. (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

Intisari-Online.com - Perayaan Lebaran tahun ini sungguh terasa berbeda.

Banyak cerita pilu yang terjadi pada perayaan Idul Fitri tahun ini.

Seperti yang diketahui Pemerintah telah menghimbau agar warga masyarakat di Tanah Air tidak melakukan mudik demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Namun sepertinya masih ada beberapa orang yang memaksa untuk mudik hingga mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti kisah seorang pemudik asal Jakarta ini.

Melansir dari GridStar adalah DW (40) pemudik dari Jakarta yang berhasil mudik namun malah mengalami nasib apes.

Berhasil mudik ia justru kebingungan saat tahu rumah neneknya di Jalan Selakaso, Tasikmalaya telah dijual.

DW pun tak tahu keberadaan neneknya saat ini.

Akibatnya, DW yang mudik bersama istri dan dua anaknya tersebut, sempat terkatung-katung di jalanan diduga karena kehabisan uang saku.

Dilansir dari Tribunnews, DW dan keluarganya bahkan sempat tidur di emperan toko di sekitar Jalan Selakaso.

Sementara itu, kondisi DW membuat salah satu warga sekitar, Aris Kurniawan, tergerak untuk membantu.

"Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya. Sedangkan DW masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.

Kepada Aris, DW sempat bercerita jika dirinya telah berusaha mencari neneknya di sekitar Pasar Cikurubuk.

Aris pun melaporkan kejadian ini ke Dinas Sosial Tasikmalaya hingga para petugas menjempuut keluarga DW dengan mengenakan APD lengkap.

DW dan keluarga menjalani raid tes dan hasilnya negatif.

Keluarga DW kemudian dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Kisah lain ada seorang pemudik yang nekat menyewa ambulans untuk mudik.

Diberitakan Kompas.com, kejadian ini terjadi di Tabanan, Bali,

Polisi berhasil menghentikan aksi seorang ibu dan anaknya yang nekat menyewa mobil ambulans untuk mudik ke Jember, Jawa Timur.

Menurut keterangan sopir ambulans, I (30), saat itu dirinya menerima telepon dari seorang perempuan yang meminta tolong untuk dijemput di depan klinik daerah Kediri Tabanan, Bali. Perempuan itu, menurut I, mengaku sakit tifus dan diminta diantar ke Jember.

"Setelah dapat telepon, sopir ambulans itu langsung menjemput orang yang mengaku sakit tifus."

"Namun, hasil pemeriksaan laboratorium klinik di Tabanan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat," kata Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani saat dihubungi di Denpasar, Sabtu (23/5/2020), dilansir dari Antara.

Wila menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan, petugas meminta sopir ambulans dan penumpangnya untuk putar balik.

Mereka juga tak membawa surat keterangan jalan maupun surat rujukan pasien.