Apa yang Menyebabkan Sakit Perut dan Muntah saat Keracunan, ya? #AkuBacaAkuTahu

Bobo.id Dipublikasikan 06.30, 21/11/2019 • Tyas Wening
Sakit perut

Bobo.id - Mengonsumsi makanan yang tidak tepat, seperti sudah kedaluwarsa atau terkontaminasi kuman bisa menyebabkan tubuh mengalami gejala keracunan.

Akibatnya, tubuh akan mengalami beberapa gejala, seperti sakit perut, mual, bahkan muntah-muntah.

Tidak jarang, hal ini bisa berbahaya bagi tubuh, karena tubuh kita akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan ketika muntah-muntah.

Gejala keracunan bisa diatasi dengan beberapa cara, misalnya minum air kelapa. Namun kalau sudah parah, orang yang mengalami keracunan harus dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan infus.

Nah, sebenarnya apa, ya, yang menyebabkan kita mengalami sakit perut hingga muntah-muntah saat keracunan?

Muntah saat Keracunan Disebabkan karena Adanya Bakteri

Makanan atau minuman bisa menyebabkan keracunan karena adanya bakteri.

Nah, bakteri ini kemudian menimbulkan infeksi serius pada tubuh sehingga menyebabkan sakit perut hingga muntah.

Baktri yang menyebabkan keracunan bernama Bacillus cereus dan bisa mengeluarkan racun yang mengikat langsung ke sel tubuh kita.

Lubang di sel tubuh kita kemudian menjadi tertekan agar bisa membunuh racun yang dikeluarkan oleh bakteri dan memicu respons imun.

Bakteri Bacillus Cereus Memproduksi Lebih dari 12 Jenis Racun

Tahukah kamu? Bakteri Bacillus cereus ini memproduksi lebih dari 12 racun yang berbeda dalam tubuh kita.

Salah satu racun yang diproduksi ini bisa membuat kita muntah maupun diare.

Racun penyebab muntah disebut sebagai cereulidde dan berkaitan dengan reseptor serotonin di lambung dan usus kecil yang memberikan stimulus saraf vagus.

Saraf vagus adalah saraf yang mengendalikan gerakan otot di usus kita, teman-teman.

Nah, sinyal yang berasal dari usus ini kemudian naik ke pusat otak kita pada bagian yang mengatur rasa ingin muntah.

Hal inilah yang kemudian memicu tubuh kita untuk bereaksi, yaitu muntah saat keracunan.

Penyebab Diare Juga Disebabkan Reaksi yang Sama

Tidak hanya ketika muntah, reaksi yang sama juga terjadi saat kita mengalami diare.

Racun di dalam sistem pencernaan akan menyebabkan adanya stimulasi atau rangsangan langsung di usus kecil.

Stimulasi ini memicu respons reaktif yang disebut refleks gastrokolik, yang merupakan peningkatan aktivitas usus besar yang dipicu oleh proses makan.

Racun yang dikeluarkan bakteri tadi bisa memicu reseptor di lapisan usus kita dan menimbulkan lebih banyak gerakan di otot usu besar dan kecil.

Makanan dan Minuman Harus Diletakkan di Suhu yang Tepat Agar Tidak Basi

Bakteri Bacillus cereus yang menyebabkan keracunan bisa ditemukan dalam beberapa makanan, seperti sayuran, nasi, daging, dan ikan yang diletakkan dalam suhu yang tidak tepat dan dalam waktu lama.

Suhu yang membuat bakteri ini bisa berkembang biak dengan cepat adalah pada suhu 32 hingga 43 derajat Celcius.

Inilah sebabnya makanan yang dimasukkan ke dalam kulkas tidak mudah basi, nih.

Sebabnya adalah karena bakteri membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang biak di suhu yang lebih rendah.

Sedangkan makanan atau minuman yang diletakkan di luar kulkas, baik itu suhu ruang atau suhu yang cukup hangat, akan lebih mudah basi.

Bakteri penyebab keracunan akan berkembang biak dengan lebih mudah dan menyebabkan keracunan.

Namun keracunan makanan yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda, meskipun mengonsumsi makanan yang sama.

Penyebabnya adalah pada dosis atau porsi yang dimakan setiap orang.

Semakin besar porsi yang dikonsumsi, maka kemungkinan seseorang untuk keracunan juga semakin tinggi.

Membaca bisa menambah informasi dan pengetahuan kita, yuk, semakin banyak membaca!

Artikel Asli