Anwar Abbas: Jangan Bawa Nama Muhammadiyah

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 23.02, 01/06 • Agus Yulianto
Anwar Abbas
Anwar Abbas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta nama Muhammadiyah tidak dibawa-bawa dalam diskusi terkait pemakzulan presiden di era pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut dapat berdampak pada nama baik dan mempersulit Muhammadiyah dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.

"Untuk topik yang seperti ini jangan membawa-bawa nama Muhammadiyah. Karena, topik ini menyangkut hal yang sangat sensitif dan oleh pihak penguasa dan atau para pendukung rezim," ungkap Anwar melalui saat dikonfirmasi, Senin (1/6).

Anwar menyatakan, sebenarnya ia tidak keberatan jika ada pihak bicara dan diskusi yang menyoal kebebasan berpendapat dan konstitusionslitas pemakzulan presiden di era pandemi covid-19. Terlebih, itu dilaksanakan di negeri ini yang kebebasan berbicaranya dijamin dan dilindungi oleh undang-undang (UU).

Tapi, kata dia, jika nama Muhammadiyah disangkutpautkan, maka nantinya dapat diartikan bermacam-macam oleh pihak lain. Itu akan berdampak pada nama baik dan akan mempersulit posisi Muhammadiyah dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.

 

Karena itu ia sangat menyesalkan hal tersebut terjadi. Ia pun mengimbau para pihak yang hendak menyelenggarakan acara yang akan menyangkutpautkan nama Muhammadiyah ke ranah politik untuk berkonsultasi dengan pimpinan pusat atau pimpinan wilayah Muhammadiyah setempat sebelum acara tersebut dilaksanakan.

 

"Agar hal-hal yang akan mengganggu perjalanan dan perjuangan Muhammadiyah ke depannya akan bisa dijauhi dan dihindari," kata dia.

 

Hari ini, webinar nasional bertema “Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19″ digelar. Webinar tersebut digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI).

Artikel Asli