Antisipasi Tagihan Pelanggan Naik

Koran Jakarta Dipublikasikan 20.00, 05/06 • ers/E-10

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengeluarkan skema penghitungan tagihan untuk melindungi pelanggan rumah tangga yang tagihan listriknya melonjak pada Juni.

Dengan skema tersebut, pelanggan yang mengalami tagihan pada Juni melonjak lebih dari 20 persen dari Mei akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan tiga bulan ke depan.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, berharap skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam. Dengan skema itu, PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal.

“Karena itu, tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada 6 Juni,” paparnya, di Jakarta, Jumat (5/6).

Dalam dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata.

BUMN Ketenagalistrikan itu berupaya mencari jalan keluar atas keluhan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga berlipat-lipat sehingga membebani pelanggan akibat adanya pandemi Covid-19.

Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, PLN mengatur kenaikan lonjakan tagihan pada Juni maksimum naiknya adalah 40 persen dari tagihan bulan sebelumnya supaya tidak memberatkan konsumen. Sisa tagihan yang belum terbayar pada Juni atau 60 persen dari lonjakan tagihan akan dibagi rata dalam tiga bulan ke depan.

Terkait keterlambatan tagihan, hal itu karena PLN berupaya memberikan jalan keluar terbaik bagi pelanggan yang tagihannya melonjak. Selain itu, PLN juga masih terus melakukan pengecekan ulang terhadap pelaksanaan pemberian subsidi pembebasan tagihan listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil berdaya 450 VA, dan diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Pengecekan tersebut dilakukan dari bulan ke bulan, untuk memastikan bahwa stimulus kelistrikan dari pemerintah benar-benar tepat sasaran. PLN juga sudah menyiapkan posko pengaduan tambahan.

 

Tak Ada Penyesuaian

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tarif tenaga listrik bagi tiga belas pelanggan nonsubsidi per 1 Juli hingga 30 September 2020 tetap, sama dengan tarif listrik periode April–Juni 2020. Besaran tarif ini juga sama dengan tarif yang berlaku sejak 2017. Begitupun bagi 25 golongan pelanggan bersubsidi, tarifnya tidak berubah.

“Tarif tenaga listrik pelanggan nonsubsidi periode Juli–September tetap, besarannya masih sama sejak tahun 2017,” jelas Kepala Biro Komunikasi Layanan Infomasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

 

ers/E-10

Artikel Asli