Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Pelaku Penusukan Editor MetroTV Yodi Prabowo

kumparan Dipublikasikan 08.45, 11/07 • kumparanNEWS
Ilustrasi anjing pelacak (20/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Polisi mendatangi kembali mendatangi lokasi penemuan jasad Editor MetroTV, Yodi Prabowo pada Sabtu (11/7). Kedatangan mereka untuk menyelidiki kematian editor MetroTV tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto, mengatakan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang itu, pihaknya dibantu oleh Baharkam Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Penyidik mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk mengetahui jejak pelaku.

"Intinya kami cek ulang merunut bagaimana korban maupun diduga pelaku pada saat kejadian. Jadi kami liat informasi dari tim K-9, anjing pelacak, kami mengambil sampel dari dua barang bukti. Yang pertama dari alat diduga yang digunakan oleh pelaku, yaitu pisau. Kemudian baju korban," kata Irwan kepada wartawan, Sabtu (11/7).

Olah TKP ulang itu dilakukan setelah penyidik mendapatkan hasil autopsi. Tim forensik menyatakan korban diduga tewas karena ditusuk di bagian dada sebelah kiri dan mengenai jantung.

Selain luka utama penyebab kematian tersebut, korban juga mengalami luka tusuk di bagian leher. Kemudian ada lebam di antara lengan dan leher, diduga karena pukulan benda tumpul.

Editor MetroTV Tewas, Polisi Periksa 16 Saksi

Saat ini polisi masih mencari tahu pelaku penusukan tersebut. Sebanyak 16 orang saksi telah diperiksa, termasuk rekan kerja Yodi di MetroTV.

"Kami tim gabungan, dari polda, polres, maupun polsek, itu sekitar 16 saksi. Ada beberapa saksi diperiksa oleh polda, oleh polres, maupun oleh polsek," kata Irwan.

Yodi ditemukan tewas pada Jumat (10/7) siang. Polisi tidak menemukan adanya barang berharga Yodi yang hilang. Motif pembunuhan Yodi saat ini masih diselidiki.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Artikel Asli