Anji dan Hadi Pranoto Akan Dilaporkan ke Polda Metro

Tagar.id Dipublikasikan 08.29, 03/08/2020
 Kontroversi Wawancara Covid-19 Anji dan Hadi Pranoto. (Foto: YouTube/dunia MANJI)
Kontroversi Wawancara Covid-19 Anji dan Hadi Pranoto. (Foto: YouTube/dunia MANJI)

Jakarta - Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan musisi Anji dan sosok Profesor Hadi Pranoto yang muncul di kanal YouTube dunia MANJI beberapa waktu lalu, dengan tuduhan dugaan menyebarkan berita bohong. Laporan itu akan disampaikan ke Polda Metro Jaya.

Muannas menegaskan bahwa sore ini (3 Agustus 2020) sepulang dari Kota Sukabumi dirinya akan melaporkan Anji dan Prof Hadi Pranoto terkait video kontroversial. Hadi mengklaim memiliki obat mencegah Covid-19.

Karena di media sosial itu mereka dengan bijak saja, jangan sampai kemudian demi konten mereka menghalalkan segala cara

"Rencana sore ini balik dari Sukabumi langsung ke Polda. Rencana sih jam 5 saya mau bikin laporan ke Polda Metro Jaya," ujar Muannas dihubungi Tagar, Senin, 3 Agustus 2020

Kendati persoalan ini bukan delik aduan, Muannas menilai jika pernyataan tersebut didiamkan, maka aparat kepolisian tidak akan menindaklanjutinya.

"Inikan bukan delik aduan. Cuma saya khawatir seperti kasus Tengku Zulkarnain, itu enggak ada yang laporin jadi polisi enggak ada yang menindak. Dan ini juga sama. Kalau enggak dilaporin ya sama juga," kata dia.

Dia berpandangan, harus ada pihak-pihak yang berinisiatif membawa persoalan ini ke jalur hukum. Menurutnnya, masyarakat akan menganggap remeh persoalan Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir.

"Jadi memang harus ada inisiatif. Kita khawatir kalau ini enggak diproses, padahal inikan sudah meresahkan. Bisa saja masyarakat percaya. 'Obatnya sudah ketemu ngapain pakai masker' itukan kontraproduktif," ucapnya.

Lantas, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menegaskan pernyataan Anji pada detik-detik akhir video tersebut berbanding terbalik dengan niatan pemerintah yang mengimbau agar masyarakat menggunakan masker, serta jaga jarak untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Apalagi dalam closing statement dia dalam video itu. Terakhir Anji sempat bilang bahwa dia sudah minum obat, sudah sehat dan kita bersalaman saja, enggak ada jaga jarak. Nah inikan kontraproduktif dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah," katanya.

Dia menambahkan, laporan yang akan dilakukannya agar membuat pembelajaran bagi para semua pihak. Dia juga meminta agar siapa saja tidak menghalalkan segala cara demi untuk membuat sebuah konten YouTube.

"Yang pasti ini buat pembelajaran saja kepada semua pihak. Karena di media sosial itu mereka dengan bijak saja, jangan sampai kemudian demi konten mereka menghalalkan segala cara," ujarnya.

"Kalau ini tidak ditindak tegas, ya bukan tidak mungkin ini akan terulang. Apalagi dia publik figur yang punya voter dan follower besar. Ini berbahaya menurut saya," ucap Muannas Alaidid menambahkan.[]

Artikel Asli