Anji Mengaku Lelah

Medcom.id Dipublikasikan 02.23, 11/08 • https://www.medcom.id
Anji (Foto: Instagram @duniamanji)

Jakarta: Musisi sekaligus YouTuber, Erdian Anji Prihartanto, buka suara setelah selesai menjalani pemeriksaan terkait konten wawancaranya dengan pembuat obat Antibodi Covid-29 Hadi Pranoto di Polda Metro Jaya pada Senin 10 Agustus 2020. Ini pemeriksaan pertamanya di kantor polisi.

"Saya baru pertama kali dilaporkan seperti ini dan baru pertama kali menjalani pemeriksaan seperti ini," kata Anji di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin 10 Agustus 2020.

“Dan saya pegal sih, belum makan malam. Semoga cepat selesailah pokoknya, karena ini buat saya enggak enak, capek,” tambah Anji.

Anji menuturkan, dalam periksaan itu, dirinya dicecar sebanyak 45 pertanyaan mulai dari identitas hingga kronologi wawancaranya dengan Hadi Pranoto. Dia diperiksa polisi selama nyaris 10 jam.  

Kasus tersebut juga menjadi pembelajaran buat Anji. Dia mengaku akan lebih cermat dalam memilih pembicara atau narasumber untuk konten YouTube-nya di kemudian hari agar tidak lagi berujung perkara.

"Yang jelas banyak pelajaran. Ternyata saya tidak bisa percaya dengan media yang ada di Indonesia juga. Karena sejak sebelumnya berita Hadi ini udah ada di media online sejak 30 April. Dan ketika saya wawancara di sana ada media lokal dan nasional juga dengan materi wawancara yang hampir sama dengan yang saya buat. Dan entah kenapa yang viral saya. Jadi buat saya pelajarannya banyak sekali," tandas Anji.

Sebelumnya konten YouTube Anji yang mewawancarai Hadi Pranoto menuai polemik. Konten YouTube yang disajikan pada Sabtu 1 Agustus 2020 itu menayangkan klaim Hadi yang mengaku telah membuat obat antibodi untuk mencegah dan menyembuhkan covid-19.

 

Pendapat Hadi ditentang akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas. Hingga akhirnya, Anji dan Hadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena wawancara mereka dianggap melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Artikel Asli