Anies Sebut Angka Kemiskinan DKI Paling Rendah di Indonesia

CNN Indonesia Dipublikasikan 07.26, 26/01 • CNN Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNNIndonesia/Feri Agus Setyawan)

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim angka kemiskinan di Jakarta saat ini menjadi yang paling rendah di Indonesia.

Anies mengatakan pada September 2017, persentasi angka kemiskinan di Jakarta yakni 3,7 persen. Sedangkan tahun ini, lanjutnya, angka kemiskinan di Jakarta yakni 3,42 persen.

"Angka kemiskinan di Jakarta terkecil di Indonesia. Jadi bukan hanya penurunan paling banyak, tapi juga terkecil di Indonesia," kata Anies saat memberikan sambutan dalam acara Rakerda Gerindra DKI Jakarta di Grand Sahid Jaya, Minggu (26/1).

Anies tak menyebutkan basis data yang digunakan. Namun, data World Bank tahun 2019 menunjukan angka kemiskinan terendah merupakan Jakarta. World Bank mencatat provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Jakarta dengan masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 3,5 persen.

Anies menuturkan Pemprov DKI juga akan memastikan bahwa peningkatan kesejahteraan serta penyediaan lapangan kerja bisa terus berjalan. Ia juga memastikan jika Jakarta sudah resmi tak lagi menjadi ibu kota, maka pusat perekonomian yang saat ini sudah terbangun akan terus berkembang ke depannya.

"Dengan nanti reorganisasi ibu kota, Jakarta akan bisa fokus pengembangan kota sebagai kota perekonomian, kota bisnis, kota wisata," tuturnya.

Di sisi lain, Anies juga menyinggung soal kebijakan Pemprov DKI yang mendukung dan memfasilitasi perayaan hari besar semua agama.

Sekda DKI Sebut Revitalisasi Monas Era Anies Sesuai Keppres Gubernur DKI Jakarata Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Gubernur DKI Jakarata Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Disampaikan Anies, sejumlah perayaan agama yang didukung oleh Pemprov antara lain Jakarta Muharram Festival untuk merayakan tahun baru Islam, Christmast Carol jelang Natal, hingga perayaan tahun baru Imlek 2571.

Anies juga menyinggung soal kebijakan Pemprov yang telah mengizinkan takbir keliling jelang hari raya Idul Fitri. Padahal, kata Anies, di era pemerintahan sebelumnya takbir keliling dilarang.

"Dulu takbiran dilarang, sekarang takbiran diizinkan dan dijalankan," ujar Anies.

Kebijakan itu, kata Anies, membuktikan bahwa Jakarta merupakan tempat bagi semua orang.

"Jadi kita ingin simpulnya indonesia yaitu di jakarta dimana berkumpul seluruh komponen menjadi tempat yang setara bagi semua," katanya.

Artikel Asli