Anies Baswedan Yakin Banyak Pasien Corona Tak Terdeteksi: Tesnya Sedikit, Jumlah Positif Sedikit

Tribunnews.com Dipublikasikan 11.56, 02/04
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaporkan perkembangan kasus dan penanganan Covid-19 di Jakarta kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kasus di virus corona (Covid-19) di Ibu Kota berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Laporan tersebut ia sampaikan saat melakukan teleconference dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Kamis (2/4/2020).

Dikutip dari YouTube Kompastv, Kamis (2/4/2020), awalnya Anies menunjukkan jumlah warga Jakarta yang dikubur dengan menggunakan protokol penguburan jenazah Covid-19, yakni menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, serta jenazah dibungkus plastik.

Ditunjukkan oleh Anies, bahwa angka pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 terus naik.

Anies mengatakan apabila melihat kasus-kasus di tempat lain, kasus positif Covid-19 terlihat kecil karena terlambatnya hasil tes laboratorium.

"Bila kita melihat dari pelajaran di tempat lain, kasus yang confirm selalu lebih kecil jumlahnya, dibanding yang senyatanya, biasanya setelah satu bulan kemudian kita baru tahu," ujarnya.

Anies kemudian menggambarkan prediksi besaran kasus positif Covid-19 melalui angka kematian pasien.

"Kalau kita proyeksikan misalnya kita kembali menggunakan angka tadi," katanya.

"Misalnya saat ini sudah ada 400 orang yang meninggal, sebut lah tingkat kematiannya adalah 10 persen, maka proyeksi kita yang saat ini sudah ada itu empat ribu kasus."

"Bila yang meninggal lima persen, artinya kita ada delapan ribu kasus," sambung Anies.

Anies menyimpulkan, jumlah positif kasus Covid-19 tergantung dari tes yang dilakukan oleh instansi kesehatan, apabila yang dites banyak, maka kasus positif yang ditemukan juga akan banyak.

"Jadi jumlah yang dites hasilnya positif, itu tergantung kecepatan kita melakukan testing, karena yang ditesnya sedikit, maka jumlah yang confirm (dikonfirmasi) positif jadi sedikit juga," kata Anies.

"Kalau yang ditesnya itu banyak, dan orang-orang yang mungkin relevan dengan interaksi mereka-mereka yang confirm positif, mungkin kita akan menemukan angka yang lebih tinggi," tambahnya.

Kemudian, Anies berpesan kepada Ma'ruf Amin bahwa kondisi di Jakarta saat ini cenderung mengkhwatirkan.

Ia merujuk pada kurva pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 yang masih terus naik hingga saat ini.

"Jadi Pak Wapres saat ini di Jakarta kita belum menyaksikan kurva ini merata," kata Anies.

"Kurvanya masih meningkat, ini agak mengkhawatirkan."

"Jadi kalau kita perhatikan masih meningkat terus," imbuhnya.

Simak videonya mulai menit ke-7.30:

Artikel Asli