Angkut Harley dan Brompton, Ini Profil Pilot Garuda Satrio Dewandono

Kompas.com Dipublikasikan 03.43, 10/12/2019 • Dandy Bayu Bramasta
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Pesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 Neo saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019).

KOMPAS.com - Nama suami pedangdut Iis Dahlia, Satrio Dewandono ikut disebut-sebut dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diduga dilakukan oleh Dirut Garuda Ari Askhara.

Pasalnya Satrio dikabarkan merupakan salah satu pilot yang menerbangkan Garuda Indonesia saat mengangkut motor Harley selundupan tersebut.

Hal itu pun tak dibantah oleh sang istri Iis Dahlia.

Diberitakan Kompas.com, Senin (9/12/2019), Iis membenarkan bila suaminya Satria Dewandono yang menerbangkan pesawat Garuda Indonesia ketika bea dan cukai menemukan sepeda motor Harley dan sepeda Brompton yang diselundupkan dari Perancis ke Jakarta.

Namun, ia tak memiliki kapasitas lebih jauh apabila diminta untuk menjawab barang selundupan yang melibatkan mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Ari Askhara.

Lantas, siapakah sosok Satrio Dewandono?

Profil

Satrio Dewandono diketahui lahir pada 4 Desember 1971.

Ia merupakan seorang pilot senior di maskapai pelat merah garuda Indonesia.

Satrio Dewandono dan Iis Dahlia menikah pada pertengahan Mei 2002 silam.

Pernikahannya dengan pedangdut asal Indramayu tersebut membuahkan satu orang anak bernama Devano Danendra.

Satrio adalah suami kedua Isda, setelah pada pernikahannya yang pertama dengan Dadang Indrajaya kandas.

Pernikahannya dengan Dadang Indrajaya membuahkan satu anak perempuan yang bernama Salshadila Juwita.

Pernah ingin bercerai

Satrio pernah mengungkapkan keinginannya untuk berpisah dari Iis Dahlia.

Hal itu seperti diberitakan Kompas.com (5/11/2019).

Namun, saat mereka berdua berlibur bersama, niatan dari Satrio untuk berpisah pun tidak jadi terlaksana.

Berkaca dari hal itu, saat ini ketika terjadi masalah di antara keduanya, Satrio dan Iis sepakat untuk mengingat kembali tujuan keduanya menikah.

"Jadi lebih baik sih kalau aku meneruskan dan memperbaharui, belajar dari kesalahan orang yang sama," ungkap Iis waktu itu.

Penulis: Dandy Bayu BramastaEditor: Sari Hardiyanto

Artikel Asli