Anggota DPR Ini Sebut Ahok Cocok Pimpin Pertamina atau PLN

Tempo.co Dipublikasikan 08.07, 13/11/2019 • Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok saat tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok diundang untuk menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat
“Pak Erick Thohir melihat satu potensi dari Pak Ahok dari sifat dia yang fighter itu,” ujar Anggota Komisi VI DPR, Bambang Pattijaya.

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membidangi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bambang Pattijaya menilai karakter Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok cocok untuk duduk sebagai salah satu jajaran pimpinan BUMN. Bambang menyebut karakter fighter yang ada pada Ahok cocok untuk terlibat mengawal BUMN.

"Pak Erick Thohir melihat satu potensi dari Pak Ahok dari sifat dia yang fighter itu. Dia cocok di BUMN yang menurut saya perlu perhatian khusus seperti, Pertamina atau PLN," kata Bambang kepada media di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu 13 November 2019.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini menilai bahwa kasus yang pernah menimpa dirinya tak akan menggangu kinerja sebagai petinggi BUMN. Sebab, kasus ataupun perkara yang pernah menimpa Ahok lebih banyak berlatar politis dibanding profesional dan integritas.

Bambang menilai Ahok juga cocok untuk mengisi jabatan di BUMN karena pernah meniti karir sebagai pengusaha sebelum menjadi pejabat publik. Karena itu, dunia perusahaan bukan barang baru bagi Ahok.

"Saya pikir dia orang yang cerdas, jadi dia bisa menyesuaikan dirinya dengan SOP yang ada di perusahaan. Dia juga berawal dari pengusaha, jadi menurut saya bukan suatu dunia baru bagi Ahok," kata Bambang.

Sebelumnya Ahok datang ke kantor Kementerian BUMN hari ini, sekitar pukul 09.38 WIB. Ahok diundang oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk datang hari ini guna membicarakan mengenai BUMN ke depan.

Mengenakan kemeja batik coklat, berpadu dengan celana hitam, dan sepatu pantofel, Ahok. Ahok datang menggunakan mobil merek Toyota Land Cruiser hitam dengan pengawalan yang tidak terlalu ketat. Ahok meninggalkan kantor Kementerian BUMN pukul 10.50 WIB.

Usai bertemu Erick Thohir, Ahok mengungkapkan pertemuannya selama satu setengah jam hanya membicarakan soal pengembangan perusahaan pelat merah di masa mendatang. "Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja," ujarnya.

DEWI NURITA | ANTARA

Artikel Asli