Ancang-Ancang Hadapi Resesi, Pengusaha: Tetap Harus Investasi

Jawapos Diupdate 04.32, 07/08 • Dipublikasikan 11.32, 07/08 • Banu Adikara
Ancang-Ancang Hadapi Resesi, Pengusaha: Tetap Harus Investasi

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan manusia, terutama perekonomian. Semua negara, mulai dari negara maju hingga negara berkembang, perlahan masuk ke jurang resesi.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan angka output perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II-2020 negatif. PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus 5,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Banyak pihak yang mengatakan, Indonesia sebenarnya telah mengalami resesi secara teknikal. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal-IV 2019 yang tercatat mengalami kontraksi 1,74 persen qtq. Kontraksi ekonomi berlanjut pada kuartal-I 2020 sebesar 2,41 persen qtq. Kemudian, pada kuartal-II 2020 kontraksinya sebesar 4,19 qtq.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani Maming mengatakan, resesi dialami oleh banyak negara di dunia mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di belahan Eropa lainnya hingga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Menurutnya, sebagai para pelaku usaha tidak dapat berdiam diri. Jika terjadi resesi, maka harus dihadapi dan mencari peluang agar bisnis tetap dapat berjalan dan bertahan demi perputaran roda perekonomian nasional. Investasi jangka panjang dan jangka pendek harus tetap dilakukan.

“Tetap sama, tetap harus investasi. Investasi jangka panjang kita ke hulu. Investasi jangka pendek dengan melihat peluang investasi yang ada,” ujarnya kepada Jawapos.com, Jumat (7/8).

Maming menambahkan, langkah yang telah dilakukan oleh pihaknya dimulai dari meminta pelonggaran atau relaksasi kredit untuk menolong pengusaha khususnya para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Diharapkan, para pebisnis kecil dapat terbantu dalam pembayaran kreditnya sehingga usahanya tetap dapat berjalan dan bertahan selama masa pandemi ini.

“Kalau yang sudah kita lakukan meminta relaksasi. Tidak perlu membayar pokok, hanya bunganya saja,” tutupnya.

Artikel Asli