Anak Kuli Bangunan dan Tukang Cuci Dipanggil Jokowi ke Istana

Suara.com Dipublikasikan 08.28, 22/10/2019 • Iwan Supriyatna
Mantan ketua Himpungan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI), Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Ummi Saleh)
Mantan ketua Himpungan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI), Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, Selasa (22/10/2019). Pemanggilan ini bisa jadi penunjukan Bahlil sebagai jajaran Menteri Kabinet Kerja Jilid II Pemerintahan Jokowi.

Bahlil datang pada waktu siang hari ke Istana Negara dengan menggunakan kemeja berwarna putih dan celana berwarna hitam, persis dengan calon-calon menteri yang sudah dipanggil Jokowi sebelum Bahlil.

Bahlil juga merupakan bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf saat Pilpres 2019. Dia menjabat Direktur Penggalangan Pemilih Muda.

Dalam hal perjuangan Bahlil sudah tidak perlu diragukan, sebelum sukses menjadi pengusaha yang terbilang masih muda, Bahlil sebelumnya bukan siapa-siapa.

Pria kelahiran Maluku Utara ini adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Dengan adanya keterbatasan tersebut, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Serba keterbatasan sejak kecil, Bahlil tidak pantang menyerah segala macam pekerjaan pernah ia coba demi menyambung hidup dari menjual kue keliling, kondektur, jadi supir angkot hingga buka usaha sendiri.

Singkat cerita, Bahlil Lahadalia sukses sebagai pengusaha dan berhasil sebagai ketua Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hingga saat ini.

Dengan melihat begitu banyak sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua, ia jadikan peluang untuk membuka usahanya. Kini ia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Pada tahun 2015, kariernya sebagai pengusaha semakin lengkap saat Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), peserta memilihnya menjadi Ketua Umum HIPMI untuk periode 2015-2018.

Artikel Asli