Anak Cucu Usaha BUMN Dipersoalkan Erick Thohir, Garuda Akui Punya 26

kumparan Dipublikasikan 09.36, 13/12/2019 • Wendiyanto Saputro
Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Fuad Rizal, yang saat ini menjabat Plt. Direktur Utama. Foto: Dok. Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengakui memiliki 7 anak perusahaan dan 19 cucu perusahaan. Banyaknya anak dan cucu perusahaan ini menjadi sorotan, karena para direksi lama Garuda menjabat komisaris hingga di 8 anak atau cucu perusahaan.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal, menjelaskan anak dan cucu perusahaan itu bergerak di berbagai bidang usaha.

Di antaranya Low Cost Carrier, Ground Handling, Inflight Catering, Maintenance Facility, Jasa Teknologi Informasi, Jasa Reservasi, Perhotelan, Transportasi Darat, E-commerce & Market Place, Jasa Ekspedisi Cargo, Tour & Travel.

“Direksi dan komisaris akan melakukan review serta evaluasi secara menyeluruh terhadap keberadaan anak dan cucu perusahaan tersebut. Kami akan lebih memfokuskan bisnis anak usaha yang menunjang bisnis utama yaitu penerbangan,” kata Fuad melalui pernyataan resmi, Jumat (13/12).

Garuda Indonesia Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dia menambahkan, Garuda Indonesia telah menghentikan pengembangan dan meninjau ulang pendirian anak atau cucu perusahaan yang baru, yang tidak sesuai dengan core bisnis penerbangan.

Menurut Fuad, manajemen Garuda Indonesia akan mendukung sepenuhnya Keputusan Menteri BUMN terkait Penataan Anak dan Cucu Perusahaan sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang “Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara“ yang ditetapkan tanggal 12 Desember 2019 lalu.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menekankan, pengajuan pembentukan anak usaha harus dilandasi alasan yang kuat.

Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers penyelundupan di pesawat Garuda Indonesia. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Saya tak akan menyetop mereka membuka anak perusahaan. Tapi kalau alasannya tidak jelas, baru saya stop. Karena saya tidak mau juga BUMN yang masih sehat ke depannya tergerogoti oleh oknum yang sengaja menggerogoti perusahaan yang sehat itu," kata Erick di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12).

Erick juga mengatakan tak segan-segan untuk menghapus anak usaha BUMN yang memiliki lini bisnis yang sama. Meski tidak menyebutkan nama spesifik anak usaha BUMN mana yang kemungkinan bakal dihapus, Erick menyebut perusahaan air minum BUMN yang jumlahnya mencapai 22 perusahaan sebagai contoh.

Artikel Asli