Anak Aniaya Ibu Kandung di Malang Ditangkap Polisi, Pelaku Kesal Tidak Dibela

iNews.id Dipublikasikan 10.30, 26/10 • Deni Irwansyah
Polresta Malang mengamankan anak yang menganiaya ibu kandung, Senin (26/10/2020). (Foto: iNews/Deni Irwansyah)
Polresta Malang mengamankan anak yang menganiaya ibu kandung, Senin (26/10/2020). (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id - FA (24) perempuan asal Malang, Jawa Timur diamankan polisi karena diduga menganiaya ibu kandungnya berinisial NH (60). FA dijemput di tempat penampungan kawasan Blimbing, Kota Malang, Senin (26/10/2020).

Aksi FA menganiaya ibunya sempat viral setelah videonya diunggah netizen di media sosial. Polisi kemudian bergerak cepat menyelidiki kasus itu hingga mengamankan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, penganiayaan yang dilakukan FA di sekitar Pasar Mergan Kota Malang tersebut dilakukan karena merasa kesal sang ibu tidak tidak membela FA saat dipukul oleh saudara iparnya beberapa waktu lalu.

"Pelaku ini adalah anak kandung dari ibu berinisial N yang dianiaya tersebut. Pelaku merasa jengkel dengan ibunya, karena tidak membela FA saat dipukul oleh saudaranya," kata Azi, di Kota Malang, Senin (26/10/2020).

Azi menjelaskan, FA diamankan usai video penganiayaan terhadap ibunya tersebar di media sosial pada Jumat (23/10/2020). Meskipun demikian, sang ibu tidak melaporkan kekerasan yang dilakukan anak tersebut ke pihak kepolisian.

“Korban tidak mau melaporkan kasus ini ke polisi dan memaafkan anaknya,” katanya.

Untuk mencegah kekerasan kembali terjadi, polisi meminta FA membuat perjanjian agar tidak mengulangi lagi perbuatannya kepada ibu kandungnya itu.

Pada pekan lalu beredar sebuah video berdurasi 51 detik, seorang ibu yang tengah berteduh terekam kamera mendapat penganiayaan dari seorang perempuan yang berada di sampingnya. Kejadian tersebut terjadi di dekat Pasar Mergan, Kota Malang.

Pelaku FA saat itu tiba-tiba memukul kepala sang ibu dari belakang, dan beberapa kali meremas bagian wajah dan mencakar tangan sang ibu. Sang ibu tidak memberikan balasan atas apa yang dilakukan anaknya tersebut.

"Dari video yang kami lihat, kami langsung cek ke TKP, kemudian kami tindaklanjuti. Nanti akan kami dalami, karena orang tuanya tidak menuntut," ujar Azi.

Azi menjelaskan pelaku FA, selama ini tinggal bersama sang ibu, dan merupakan anak yang merawat N. Keduanya tinggal di Yayasan Pondok Yatim Piatu dan Duafa Al Muqqoroban, di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Keduanya tetap tinggal satu rumah, karena ibunya hanya mengharapkan (FA) ini yang bisa merawatnya," kata Azi.

Sementara itu, FA mengatakan dirinya kesal kepada sang ibu karena tidak membelanya pada saat dirinya dianiaya oleh kakak ipar bernama Doni. FA juga sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Lawang, Kabupaten Malang.

"Saya tidak dibela saat saya dihajar di rumah saya sendiri, sampai babak belur sama kakak ipar saya," ujar FA.

Artikel Asli