Amien Rais Tertawa Tanggapi Jokowi Marah, Ingatkan Pak Harto Tumbang

kumparan Dipublikasikan 08.08, 02/07/2020 • kumparanNEWS
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat Rapat Kerja Nasional PAN Tahun 2019 di Millennium Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Eks Ketua MPR, Amien Rais, turut menanggapi Presiden Joko Widodo yang marah di sidang kabinet karena kinerja menteri yang lambat menghadapi masa pandemi corona. Amien mengaku kasihan dengan Jokowi, tapi juga ingin tertawa.

"Ya saya terbit kasihan, terbit ketawa juga. Kemudian seperti menepuk air di dulang terpercik muka sendiri," ucap Amien Rais dalam Instagramnya, dikutip Kamis (2/7).

Pendiri PAN itu menyebut sejak awal pembentukan kabinet dia sudah khawatir melihat menteri-menteri yang dipilih Jokowi.

Di antara penunjukan menteri yang dikritik Amien adalah Nadiem Makarim, CEO Gojek yang tiba-tiba mengurusi Kemendikbud. Kemudian Menteri BUMN Erick Thohir yang disebut Amien pikirannya hanya uang.

"Dan ada lagi super minister yang merasa tahu semuanya, memborong, dan lain-lain. Ini tidak sehat," kata Amien.

"Sekarang saya lihat ada dua kemungkinan. Pertama, Pak Jokowi sedang maaf ini bermain sandiwara politik dengan mengaduh-aduh, merintih-rintih, biar rakyat kembali menjadi mempercayai Pak Jokowi, mencintai, beliau harus dibela," lanjutnya.

Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Dengan begitu, kata Amien, maka orang akan melihat kesalahan ada pada menteri, bukan Jokowi.

Namun, Amien menyebut keputusan mempublikasikan sidang kabinet 18 Juni fatal, semua orang jadi tahu masalah di kabinet daan sebetulnya menunjukkan kelemahan Jokowi.

"Jadi ngapain? Ini masih ada sisa kalau mau reshuffle, reshuffle, tapi jangan yang begitu lagi, harus (menteri) yang cepat," saran Amien.

Ingatkan Suharto Tumbang

Tokoh reformasi itu lalu mengingatkan Jokowi soal Suharto yang berkuasa 32 tahun, dengan menteri-menterinya yang loyal dan memuji-muji, tapi akhirnya tumbang.

"Ketika gerakan rakyat sudah mengepung kekuatan, sepertinya Pak Harto untuk bertahan. Semua menterinya meninggalkan, balik kanan, sudah tidak ada lagi pikiran membela Pak Harto, kecuali Saadilah Mursjid," ucap Amien.

"Jadi saya cuma mengingatkan berkacalah pada nasib Pak Harto yang sangat kuat saat itu, tapi ketika ditinggal menterinya jadi keropos. Bung Karno juga pernah hebat, tapi akhirnya runtuh. Pak Jokowi jauh lebih enteng dari Pak Harto. Jadi jangan macam-macam2," bebernya

"Kalau mau berbenah, cepat-cepat, tapi ikhlas jangan sandiwara lagi," tutupnya.

--------------------------

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Artikel Asli