Amankah Olahraga Sambil Pakai Masker? Ini Kata Dokter Olahraga

Kompas.com Dipublikasikan 05.08, 03/06 • Yohana Artha Uly
Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menetapkan kebijakan wajib mengenakan masker saat berada di luar rumah. Apapun aktivitasnya, termasuk saat berolahraga.

Namun, bagaimanakah keamanan memakai masker saat berolahraga? Apalagi belakangan ini beredar kabar viral mengenai seorang pesepeda yang meninggal dunia saat berolahraga sambil menggunakan masker.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Michael Triangto, Sp.KO menyatakan bahwa dapat dimengerti bila ada yang merasakan sesak ketika menggunakan masker saat berolahraga, terutama pada olahraga berintensitas berat.

Meski demikian, bukan berarti berolahraga dengan menggunakan masker adalah hal yang tidak aman dan berakibat fatal.

Baca juga: Bersepeda Pakai Masker Sebabkan Kematian, Benarkah?

Menurut dia, selama olahraga dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bertujuan untuk kesehatan, maka penggunaan masker akan tetap aman, tidak mempersulit sistem pernapasan dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan, terlebih lagi hingga menyebabkan kematian.

"Penggunaan masker pada olahraga untuk kesehatan, dengan intensitas ringan hingga sedang, masih dimungkinkan," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

Sebaliknya, olahraga berintensitas berat hanya diperuntukkan dan dilakukan bagi atlet yang mau bertanding, yang memang tujuan kesehatan bukanlah menjadi prioritas utama mereka, melainkan prestasi.

Oleh sebab itu, untuk berolahraga berat dianjurkan dilakukan di dalam rumah sehingga tidak akan terkena kewajiban menggunakan masker. Berolahraga di rumah juga menghilangkan kemungkinan untuk terinfeksi maupun menginfeksi dari dan ke orang lain.

"Kalau berat, mungkin juga bisa di luar ruangan, tapi jauh dari orang-orang dan hindari bergerombol, karena kan enggak pakai masker," kata dia.

Baca juga: Video Viral Indira Kalistha, Mengapa Kita Perlu Pakai Masker dan Cuci Tangan?

Memilih masker yang tepat

Di sisi lain, jenis masker yang digunakan juga perlu diperhatikan karena bukan berarti semuanya cocok untuk digunakan saat berolahraga.

Michael menjelaskan, penggunaan masker jenis N95 akan sangat mempengaruhi fungsi pernapasan penggunanya, sehingga hanya diperuntukkan bagi petugas medis. Misalnya di ruang-ruang isolasi dan ICU yang khusus merawat penderita Covid-19.

Oleh sebab itu, kata dia, tidak wajar untuk menggunakan masker N95 saat berolahraga.

Sementara itu, masker bedah memiliki kemampuan lebih rendah untuk menyaring udara, sehingga pada pemakaiannya tidak terlalu menyesakkan.

Ada juga masker kain yang memang cukup nyaman saat dipakai.

"Karena itu, untuk berolahraga di luar ruang, lebih dianjurkan menggunakan masker bedah atau masker kain yang banyak di pasaran," ujar dia.

Baca juga: Lawan Covid-19, Antiseptik Lindungi Tim Medis dari Virus Corona

Menurut Michael, selain mencegah penularan virus, penggunaan masker juga memiliki manfaat lainnya. Secara teoritis kurangnya oksigen yang masuk ke paru-paru diharapkan dapat melatih pemakai masker agar terbiasa dengan oksigen yang tipis.

Hal tersebut mirip dengan kondisi penduduk yang tinggal di tempat-tempat yang lebih tinggi dari permukaan laut. Umumnya mereka memiliki kadar hemoglobin yang lebih tinggi dari pada penduduk yang tinggal di daerah pesisir.

Namun, lanjutnya, tentu hal tersebut membutuhkan waktu adaptasi yang panjang. Untuk itu masih dibutuhkan lebih banyak penelitian tentang penggunaan masker saat berolahraga.

"Termasuk pula soal lama penggunaannya agar mampu memperjelas manfaat masker bagi kesehatan," kata dia.

Penulis: Yohana Artha UlyEditor: Shierine Wangsa Wibawa

Artikel Asli