Alvaro Morata: Bahagia di Atletico, Merasa 'Gila' di Chelsea

kumparan Dipublikasikan 07.40, 14/11/2019 • Supersoccer
Alvaro Morata, pemain Atletico Madrid. Foto: Reuters/Sergio Perez

Pada 6 Juli 2019, Atletico Madrid dan Chelsea sepakat ihwal status Alvaro Morata. El Atleti resmi mempermanenkan status penyerang Timnas Spanyol itu.

Per 1 Juli 2020, Morata bakal resmi menjadi milik juara La Liga musim 2013/14 itu. Akan tetapi, eks penyerang Real Madrid itu sudah bergabung dengan Atletico sejak awal musim 2019/20. Statusnya: Pinjaman dari Chelsea.

Semua kesepakatan itu tampaknya amat menguntungkan bagi Atletico dan Morata. Sebab sejauh ini, Morata sudah mencetak tujuh gol dan satu asis dari total 13 laga lintas kompetisi yang dijalaninya pada musim 2019/20.

Pria 27 tahun itu pun mengaku lebih kerasan di Wanda Metropolitano ketimbang di Stamford Bridge. Bahkan, Morata berani bilang bahwa rekan setimnya di Chelsea tidak memercayai kemampuannya dan itu membuatnya 'gila'.

Bersama Chelsea, Alvaro Morata merana. Foto: John Sibley/Reuters

“Sekarang saya bahagia di Atletico,” kata Morata sebagaimana dilansir Marca.

"Sebelumnya saya tidak bisa menikmati sepak bola. Soalnya, waktu saya di Inggris, kadang-kadang saya merasa bahwa rekan setim saya (di Chelsea) menatap saya dan berpikir saya tidak bisa bermain bagus. Itu membuatku 'gila'," lanjutnya.

Well, kata 'gila' itu terkesan sangat hiperbolis. Sebab, enggak pernah ada berita atau pernyataan dari siapa pun bahwa Morata sampai dirawat di rumah sakit jiwa, 'kan? Dan enggak ada juga foto dia lagi dipasung.

Meski begitu, tampaknya jiwa Morata benar-benar tersiksa di Chelsea. Dia pernah melempar ponselnya sendiri lantaran kesal.

"Ada saat-saat ketika saya sangat marah setelah pertandingan (membela Chelsea), gara-gara itu saya melempar ponsel saya ke dinding karena saya merasa enggak bermain bagus," ujarnya.

Kayaknya agak berlebihan, sih, respons Morata itu. Tapi, yowes enggak apa-apalah. Setidaknya itu ponselnya sendiri, bukan ponsel orang lain.

Sebenarnya, untuk masalah lempar ponsel itu juga dipicu oleh kondisi istrinya, Alice. Sang istri masuk rumah sakit, dua hari sebelum laga di mana Morata menyebut dirinya bermain buruk itu.

Alvaro Morata: “Sekarang aku bahagia di klub ini”. Foto: AFP/Curto de la Torre

Morata sebenarnya sudah bergabung dengan Atletico sejak pertengahan musim lalu, tepatnya pada Januari 2019. Saat itu, dia sudah benar-benar tak kuat menahan tekanan di Inggris.

"Saya bilang ke istri bahwa saya harus pergi sejauh mungkin pada Januari (2019) karena saya enggak kuat dengan tekanan itu," ujarnya.

Morata menyebut salah satu figur yang kerap membantunya selama di Atletico adalah Diego Costa. Mereka kini begitu akrab. Well, memang enak rasanya kalau bisa akrab dengan 'preman' setempat.

"Di Atletico kita semua saling membantu. Saya bergaul sangat baik dengannya (Diego Costa) dan dia adalah orang yang hebat. Saya pernah jalan-jalan bareng dia di Madrid naik taksi," ungkapnya.

Morata juga mengungkapkan bahwa dirinya tak menutup kemungkinan untuk pensiun di Atletico.

"Sekarang segala keputusannya ada pada saya. Saya bisa saja menghabiskan waktu bertahun-tahun di sini. Saya ingin sekali pensiun di Atletico. Saya memiliki lima atau enam tahun yang yang tersisa," ujarnya.

Namun tentunya, Morata juga harus bisa membuktikan bahwa dia konsisten. Enggak cuma hingga akhir musim ini, tetapi juga musim-musim selanjutnya agar eksistensinya di Atletico tak terusik.

----

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

Artikel Asli