Alfred Riedl Belum Datang, Persebaya Surabaya Terancam Didenda

Bolalob Diupdate 06.43, 16/09/2019 • Dipublikasikan 09.30, 16/09/2019 • Robert

Persebaya Surabaya terancam mendapat sanksi dari operator Liga 1 karena belum memasukkan nama pelatih kepala baru, usai memberhentikan Djajang Nudrjaman bulan lalu.

Dalam regulai Liga 1, klub harus merilis nama pelatih baru selambat-lambatnya 30 hari sejak surat pelatih lama dikeluarkan.

Pihak klub memang sudah menunjuk Alfredi Riedl sebagai pelatih kepala yang baru, namun dirinya belum juga tiba ke Indonesia dan masih berada di Austria. Ia dijadwalkan tiba di Surabaya pada 20 September mendatang.

Sekretaris Persebaya, Ram Surahman, menjelaskan kendala yang dihadapi Wolfgang Pikal, sang asisten Riedl yang tak bisa mendampingi tim di laga melawan Kalteng Putra, Jumat malam (13/9/2019). Dirinya terkendala dengan urusan administrasi di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

"Kami belum bisa memasukkan nama Pikal dan Williams disebabkan belum adanya notifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja, sehingga belum bisa disahkan. David da Silva sebelumnya hanya membutuhkan waktu dua hari. Kami heran kenapa Williams sudah tiga hari belum keluar," jelas Ram.

Dalam regulasi liga pasal 31, Persebaya harus dijatuhi denda senilai Rp 100 juta akibat pelanggaran ini.

Sementara itu, Bejo Sugiantoro sebagai asisten pelatih Persebaya untuk sementara memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Di laga selanjutnya Persebaya akan menghadapi PSIS Semarang di Stadion Madya Magelang, Jumat (20/9/2019).