Alasan Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Dibatalkan

Medcom.id Dipublikasikan 13.49, 16/10/2019 • https://www.medcom.id
Ketua Umum DPP Projo Budi Arie (kanan) mendampingi Presiden Joko Widodo dalam rakernas Projo. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan

Jakarta: Relawan Joko Widodo batal menggelar acara syukuran inagurasi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019. Sebab, Jokowi ingin langsung bekerja setelah dilantik.

"Bapak Presiden inginkan acara yang digagas relawan tidak dilaksanakan secara berlebihan," kata Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi saat jumpa pers di Kantor Kepala Staf Presiden, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.

Budi mengatakan gajah Projo yang sudah dipersiapkan tampil dalam parade budaya dan karnaval juga batal beraksi. Dia mengaku sedih dan berat hati dengan pembatalan acara ini. Apalagi, acara ini sudah dipersiapkan dengan matang dan sama seperti lima tahun lalu.

"Bahkan ratusan ribu massa Projo dari seluruh Indonesia sudah siap bergerak ke Jakarta. Tetapi, karena berbagai pertimbangan termasuk suasana sederhana dan khidmat, kami memahami, dengan berat hati kita batalkan. Kami juga mohon maaf kepada seluruh relawan dan pendukung Jokowi untuk memahami kondisi ini," kata Budi.

Dia mengapresiasi alasan Jokowi yang tak ingin perayaan dilakukan secara hura-hura. Jokowi ingin perayaan berlangsung sederhana, penuh hikmat, dan pemerintahan langsung bekerja. "Kita harus sambut positif," kata Budi.

Kepala Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta paar relawan Jokowi tidak melakukan perayaan yang besar-besaran. Sebab, Jokowi ingin segera bekerja. "Tak perlu ada euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat," kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pada dasarnya Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya relawan dan segenap komponen masyarakat untuk mengadakan syukuran, mulai karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar.

"Supaya jangan sampai nanti ada diskusi berkepanjangan, saya ajak teman-teman relawan bisa memahami. Intinya Bapak Presiden mau kerja saja," ujar Moeldoko.

Artikel Asli