Alasan Fotografer Pilih Potret Prewedding Saat Merapi Meletus

kumparan Dipublikasikan 10.25, 03/06/2018 • Rizki Baiquni Pratama
Prewedding di tengah letusan Gunung Merapi. (Foto: dok. Sarsito)

Sosok di balik viralnya foto prewedding dengan latar Gunung Merapi meletus adalah Sarsito (40). Dia merupakan seorang fotografer yang dipercaya mengambil gambar prewedding pasangan Jony Listyawan (29) dan kekasihnya Fitriana Damayanti (21). 

Kepada kumparan, Sarsito mengaku bahwa dia sudah merencanakan agar pasangan tersebut mengambil foto di hari meletusnya Gunung Merapi. Sarsito sendiri merupakan warga sekitar lereng Merapi, Cepogo, Bantul, Yogyakarta, yang telah memprediksi bahwa Merapi akan meletus pada Jumat (1/6). 

"Untuk prewedding ini sebetunya hari Minggu. Tapi saya minta hari Jumat, karena keyakinan saya sih antara pukul 06.00 sampai 08.00 itu itu akan erupsi," ujar Sarsito, Minggu (3/6). 

Sarsito menjelaskan, pasangan yang menjadi kliennya itu memiliki ikatan kekerabatan dengannya. Paman dari Fitiana, Teguh, tak lain merupakan kawannya. Oleh karena itu, dia yang mengatur segala teknis pemotretan. Termasuk merancang agar pasangan tersebut dapat difoto dengan latar Merapi meletus. Meski pasangan tersebut tak tahu menahu. 

"Saya enggak bilang (akan meletus). kalau bilang klien saya nanti takut. Karena menggelegarnya kan luar biasa. Abu vulkaniknya luar biasa," ujar dia.  

Meski Sarsito telah merencanakan hal tersebut, itu bukan berarti dia tak mempersiapkan segala antisipasi terhadap hal yang tak diinginkan. Menurutnya, dia pun sengaja memilih tempat yang tak terlalu berbahaya. 

"Saya sudah persiapkan (tempat) yang dekat evakuasi," kata Sarsito yang sudah bekerja sebagai fotografer sejak 1995 

Bagi Sarsito, fenomena meletusnya Gunung Merapi bukan merupakan hal yang asing di wilayahnya. Semua warga Desa Cepogo, kata dia,tak menyimpan rasa takut akan peristiwa alam tersebut

Semuanya kemudian berjalan rencana ketika Gunung Merapi benar-benar meletus pada pukul 08.27 WIB. Saat itu Merapi meletus selama dua menit dan menyemburkan asap setinggi 6 km.  

"Jadi ketika titik pertama sampat erupsi sampai detik ke-30 (klien) tak sadar. Baru setelah saya foto, saya suruh noleh ke belakang, (kemudian mereka) langsung lari. Saya suruh ke titik evakuasi," ujar Sarsito.  

Saat mencapai titik evakuasi, lanjut dia, pasangan tersebut justru mendapati warga sekitar yang tengah menikmati Gunung Merapi meletus. Saat itulah, kata dia, rasa takut kliennya itu sirna dengan sendirinya. 

Saat disinggung mengenai motivasinya mengambil foto seperti itu, Sarsito menjelaskan bahwa niatnya hanya untuk mengenalkan wilayah lereng Merapi. Menurutnya banyak tempat wisata menarik yang bisa disambangi para wisatawan. Salah satunya adalah sebaran situs Pakubuwono X. 

"Karena misi kami ingin mengenalkan kawasan itu untuk didatangi," ucap Sarsito. 

Sebelumnya, media sosial sempat dihebohkan oleh beredarnya foto-foto prewedding dengan latar Gunung Merapi meletus. Foto tersebut diunggah oleh Jony, mempelai pria, pada Jumat (1/3). Pro kontra pun mewarnai unggahan tersebut. Tak sedikit yang menyebut Jony memenfaatkan situasi bencana alam untuk keuntungannya sendiri. 

Jony sendiri mengaku tidak tahu jika hasil foto prewedding-nya akan seperti itu. Meski demikian, dia berharap agar warganet tak berpikiran negatif terhadap foto-fotonya tersebut.  

"Awalnya saya ngerasa bagus sekali. Cuma saya merasa ga enak. Banyak netizen yang bilang saya memanfaatkan suasana. Tapi saya juga ikut komen, ikut mendoakan agar yang terdampak Merapi dapat diselamatkan," pungkas Jony saat dihubungi.  

Artikel Asli