Alasan Anies Lebih Pilih Masa Transisi Daripada 'New Normal'

Media Indonesia Dipublikasikan 04.45, 06/06 • http://mediaindonesia.com/
Pekerja berjalan di trotoar Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta, Kamis (4/6).

DARI video rekaman rapat pembahasan covid-19 dan PSBB yang diunggah di akun YouTube resmi Pemprov DKI pada Jumat (5/6), terungkap penyebab Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menggunakan konsep dan frasa kenormalan baru (new normal) usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam rapat yang digelar 2 Juni dan turut serta dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) itu ia mengatakan konsep kenormalan baru sulit dipahami warga dan bisa memiliki banyak penerjemahan karena belum banyak yang betul-betul memahami konsep tersebut.

Anies memilih frasa dan konsep masa transisi menuju kehidupan aman, sehat, dan produktif karena lebih mudah dipahami warga.

"Lalu mengenai penamaan, memang ini harus pesannya sama. Kemarin itu kita diskusi. Nama yang begitu dengar, tahu maknanya. Nama normal baru itu kan banyak yang belum tahu. Kalau aman, pasti tahu. Sehat, tahu. Produktif, jelas," kata Anies.

Dengan konsep masa transisi diharapkan masyarakat memahami bahwa PSBB Transisi dilakukan karena ada tahapan yang menjembatani fase PSBB ke kehidupan normal baru.

"Jadi kemarin kita pilih untuk gunakan nama itu. Dan transisi itu sebetulnya untuk mengirimkan pesan bahwa ini bukan fase akhir. Ini transit. Terminalnya mana? Terminalnya adalah aman, sehat, produktif. Itu terminal tuh. Terminal itu ya ujungnya itu. Kalau ini masa transit, karena itu kita menyebutnya transisi," tuturnya.

Baca juga: 

Anies juga meminta kepada jajarannya agar menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat dengan jelas agar bisa dipahami.

"Nah, memang penamaan itu bisa jadi sensitif Pak nanti. Tapi asal kita jelaskan dengan baik. Jakarta sebetulnya lebih tepat mungkin begini, PSBB tetap dilaksanakan, ini adalah fase transisi. Gitu ya. Fase Transisi," tandasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI menetapkan perpanjangan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sekaligus masa transisi fase 1 hingga akhir Juni. Dalam masa ini ada pelonggaran sektor-sektor ekonomi yang sebelumnya ditutup namun harus mengikuti protokol kesehatan yang diatur melalui surat keputusan kepala SKPD terkait secara ketat.

Apabila hasil evaluasi di akhir bulan menunjukkan garis yang stabil, maka masa transisi akan memasuki fase 2 dengan semakin banyak sektor-sektor lainnya yang dibuka. Bila berjalannya masa transisi malah membuat kasus melonjak, masa transisi bisa kembali diperpanjang atau bahkan disetop dan kembali ke PSBB awal. (A-2)

Artikel Asli