Alasan ART celupkan tangan anak majikan ke air mendidih bikin geram

Brilio.net Dipublikasikan 02.47, 26/01
Alasan ART celupkan tangan anak majikan ke air mendidih bikin geram
Kasus kekerasan yang dilakukan oleh ART ini terjadi di Singapura.

Brilio.net - Kasus kekerasan terhadap anak majikan yang dilakukan oleh asisten rumah tangga (ART) memang bukan hal baru lagi. Biasanya, munculnya kekerasan tersebut dipicu dari ketidakcocokan antara sang ART dan majikan itu sendiri.

Terbaru, kasus kekerasan yang dilakukan oleh ART ini terjadi di Singapura. ART tersebut ditahan oleh pihak kepolisian karena telah melakukan kekerasan kepada anak berusia 16 bulan yang diasuhnya.

Dilansir brilio.net dari The Straits Times, ART itu tega mencelupkan tangan balita tersebut ke air yang sedang mendidih. Dari kamera pengintai (CCTV), diketahui ART tersebut rupanya melakukan aksi keji itu lebih dari sekali.

Alhasil, balita itu pun mengalami luka bakar tingkat dua pada bagian tangan kirinya. Sejumlah bagian pada tangan kiri anaknya kulitnya mengelupas dan menunjukkan jaringan kulit yang melepuh.

Kelakuan sang ART itu lalu menjadi viral ketika si majikan, Amy Low membagikan video CCTV yang memperlihatkan aksi tak terpujinya di akun Facebook-nya. Dalam video berdurasi sekitar 46 detik itu tampak jika sang ART sedang berasa di dapur sambil menggendong balita yang diasuhnya. Lalu, tiba-tiba ia memasukkan tangan bayi itu ke dalam panci. Tak pelak, sang bayi pun berteriak kesakitan.

foto: mumsnet.com

"Badanku bergetar ketika melihat rekaman tersebut. Setiap malam anakku selalu menangis dan sulit berhenti, dan dia terlalu kecil untuk bicara jadi kami tidak tahu jika ia mengalami mimpi buruk atau kesakitan," ujar Amy Low.

Sementara itu, kepada Amy, sang ART mengaku jika anak balitanya lah yang tidak sengaja menyentuh panci panas tersebut saat di dapur. Namun, tentu saja Amy tak serta-merta mempercayainya. Pasalnya, bukti rekaman menunjukkan yang sebaliknya.

Lepas dari itu, dari pengusutan pihak kepolisian, ART yang berasal dari Myanmar itu mengaku tega melakukan hal itu lantaran ingin segera pulang. Lebih jauh, ia juga mengatakan bahwa dirinya mempelajari hal tersebut dari rekannya sesama ART di agen tenaga kerja yang sama.

Artikel Asli