Alami Gangguan Jiwa, Siswa Penusuk Guru Tak Ditahan

kumparan Dipublikasikan 11.32, 22/11/2019 • Nur Khafifah
Ilustrasi penusukan. Foto: Shutter Stock

CB (16) siswa penusuk gurunya di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, tak ditahan lantaran mengidap gangguan kejiwaan. Meski begitu, proses hukum CB sejauh ini masih berjalan dengan mengacu Undang-undang Perlindungan Anak.

"Sejauh ini motif pelaku karena mengagumi korban. Menusuk karena ada dorongan dari dalam dirinya untuk menusuk korban," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya saat dikonfirmasi, Jumat (22/11).

Gangguan jiwa yang dialami CB ini diketahui lantaran pelaku tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia di Pakem, Kabupaten Sleman. CB terakhir periksa di rumah sakit tersebut pada 31 September lalu.

"Cek ke RS Grhasia ternyata memang benar pasien (gangguan) jiwa dan pemeriksaan terakhir pada tanggal 31 September 2019 yang lalu. Namun kita juga masih minta bukti fisik bahwa pelaku adalah pasien RS Grhasia," ujar Riko.

Dari hasil pendalaman, pelaku juga kedapatan mencuri pakaian sebelum menusuk korban Wening Pamujiasih (35). Guru sejarah itu ditusuk muridnya sendiri saat tengah tertidur.

"Setelah mengambil pakaian korban, pelaku anak itu mau keluar rumah melewati dapur dan melihat pisau langsung muncul hasrat untuk menusuk korban yang sedang tidur," katanya.

Penusukan tersebut terjadi di rumah korban di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (20/11) malam.

Akibatnya korban harus dirawat di rumah sakit lantaran menderita luka tusuk di ulu hatinya setelah diserang pelaku dengan pisau dapur selebar 3 cm dan panjang 7 cm.

"Malam pelaku tahu rumahnya suwung (kosong), suami korban baru rapat di masjid. Tahu sepi pelaku masuk lewat pintu belakang dan masuk kamar korban. Saat diserang korban dalam posisi tidur," kata Kapolsek Srandakan Kompol Muryanto saat dihubungi wartawan, Kamis (21/11).

Pelaku datang mengendarai motor dan masuk melalui pintu belakang. Saat itu mertua korban diketahui sedang berada di depan. Setelah berhasil masuk pelaku kemudian menusuk korban dengan pisau dapur. Korban pun kemudian berteriak dan didengar oleh mertua dan suami korban yang saat itu di jalan hendak pulang ke rumah. Sementara pelaku pergi usai penusukan itu.

Mengetahui luka yang serius korban lantas dibawa ke rumah sakit UII. Setelah itu korban dirujuk ke RSUP DR Sardjito untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di sisi lain pelaku ini meninggalkan pisau dan ponsel di lokasi kejadian. Polisi pun kemudian menangkap CB di rumahnya di Kecamatan Lendah, Kulon Progo pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Pelaku kemudian mengakui perbuatannya.

"Setelah diamankan, tadi pagi saya tanyai, kenapa kok nusuk? Dia jawab 'saya itu cinta pak sama guru itu, saya sayang, saya senang'. Korban dan pelaku tidak pernah chat, tapi mengobrol iya, hanya sebatas guru dan murid saja," ujarnya.

Artikel Asli