Alami Batuk Pilek Disarankan Tidak Masuk Sekolah

Medcom.id Dipublikasikan 14.29, 13/08 • https://www.medcom.id
ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) memperbolehkan sekolah di zona hijau dan kuning untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk mencegah potensi penularan covid-19 di sekolah, Kemendikbud mengimbau warga sekolah yang batuk pilek maupun reaktif covid-19 untuk tidak berangkat ke sekolah.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri mengatakan, hal ini diperlukan untuk menghindari potensi terjadinya klaster covid-19 di lingkungan pendidikan.

"Untuk guru-guru yang mengalami reaktif atau positif covid-19 tidak diperkenakan untuk masuk sekolah. Bahkan untuk bapak ibu guru atau peserta didik yang mengalami batuk pilek tidak di perkenakan untuk datang ke sekolah," kata Jumeri dalam Bincang Sore tentang Implementasi SKB Empat Menteri, Kamis, 13 Agustus 2020.

Lebih lanjut, untuk masuk sekolah, pihak satuan pendidikan tinggal menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kemendikbud. Sesuai dengan apa yang telah ditetapkan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang pembelajaran selama pandemi.

Baca juga:  1.063 Sekolah Telah Buka Kelas Tatap Muka

Terkait kesiapan tersebut, Kemendikbud meminta daftar periksa protokol kesehatan untuk betul-betul dipenuhi. Sebab, pihaknya mengakui, jika masih ada sekolah di zona hijau dan kuning yang belum menyerahkan daftar periksa mereka saat membuka sekolah.

"Memang tidak 100 persen yang memenuhi daftar periksa. Berarti masih ada risiko yang harus kita waspadai, karenanya kami juga meminta pada dinas pendidikan untuk berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk bisa membantu. Sekolah supaya diminta menyediakan ruang isolasi apabila anak mengalami sakit dengan demam tinggi, batuk-batuk pilek, maka dia bisa diisolasi di ruang tersebut," tambah jumeri.

Artikel Asli