Aksi Penjarahan Butik Louis Vuitton oleh Demonstran Kasus Kematian George Floyd

kumparan Dipublikasikan 08.41, 31/05 • kumparanWOMAN
Demonstran Portland jarah tas Louis Vuitton. Foto: Twitter / @Brittany3l

Protes terhadap kematian George Floyd menyebar di puluhan kota Amerika Serikat, termasuk Portland, Oregon. Floyd adalah pria Afrika-Amerika yang kehilangan nyawa setelah ditangkap polisi pada 25 Mei 2020 lalu. Ia ditangkap karena tuduhan aksi kriminal yang belum terbukti kebenarannya.

Protes penyebab kematian George Floyd di Portland, Oregon, Amerika Serikat berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Tidak hanya membobol markas besar polisi, pengunjuk rasa juga menjarah toko- toko di sebuah mal kelas atas di kota tersebut.

Video aksi sekelompok demonstran menjadi viral, tersebar luas di media sosial dan telah dilihat jutaan viewers. Menurut laporan Breitbart, situs berita Amerika Serikat, para perusuh masuk ke mal Pioneer Place, sebuah pusat perbelanjaan kelas atas. Mereka kemudian berusaha membobol beberapa butik mewah yang terdapat di mal tersebut, salah satunya adalah butik brand asal Prancis, Louis Vuitton. Setelah berhasil merusak pintu butik, puluhan penjarah bergegas masuk dan mengambil berbagai barang mahal yang ada di dalam butik tersebut hingga ludes. Tampak beberapa di antara mereka menenteng tas LV yang berharga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan laporan John Binder, reporter Breitbart, akibat penjarahan di mal itu, Louis Vuitton diduga mengalami kerugian sebesar Rp 1,2 miliar.

“Secara keseluruhan, barang-barang Louis Vuitton ini terjumlahkan sampai sekitar 85.000 dolar AS. Banyak tas cantik. Sebagian besar mungkin dibuat di Italia atau A.S,” tulis John Binder di utas cuitannya.

Netizen menyayangkan tindakan kelompok pengunjuk rasa itu, bagi mereka menjarah barang-barang mewah sama sekali tidak menunjukkan rasa empati pada George Floyd.

“Yang menyedihkan adalah meskipun pria itu meninggal, orang-orang menganggapnya sebagai alasan untuk merampok toko dan bukan keadilan 😔” tulis akun @Caesers3.

“Ini bukan lagi soal George Floyd,” kata @BColleen5

“Semoga orang-orang ini teridentifikasi dan dikenal,” ucap @ShivAroor.

Menghadapi situasi yang semakin memanas ini, wali kota Portland berusaha menenangkan masyarakatnya melalui cuitan Twitter. Ia mengingatkan kehancuran ini dapat berdampak besar pada komunitas dan kota mereka.

“Portland, ini BUKAN kita. Ketika Anda menghancurkan kota kami, Anda menghancurkan komunitas kami. Ketika Anda bertindak dalam kekerasan terhadap satu sama lain, Anda menyakiti kita semua. Bagaimana ini menghormati warisan George Floyd? Protes, ucapkan kebenaran, tetapi jangan sampai kota Anda berantakan dalam prosesnya,” tegasnya.

--

Simak panduan lengkap corona diPusat Informasi Corona

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

Artikel Asli