Aksi #GejayanMemanggil Diklaim Akan Diikuti Ribuan Orang

CNN Indonesia Dipublikasikan 02.33, 23/09/2019

Sekitar 2.000 orang dari berbagai elemen diprediksi bakal turun ke jalan mengikuti aksi #GejayanMemanggil di pertigaan Gejayan, Yogyakarta, menolak sejumlah rancangan perundang-undangan yang akan disahkan DPR dan pemerintahan Joko Widodo. Aksi #GejayanMemanggil ini diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Bergerak (ARB).

Juru Bicara Aliansi Rakyat Bergerak Nailendra menyebut dari rapat konsolidasi terakhir yang digelar dua hari lalu, Sabtu (21/9), aksi akan diikuti sekitar 2.000 orang. 

"Tapi jumlahnya kami prediksi akan lebih banyak karena sampai hari ini ada banyak pihak yang di luar rapat konsolidasi telah menyatakan bakal bergabung #GejayanMemanggil," kata Nailendra kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/9).

Rapat konsolidasi terakhir diikuti oleh belasan universitas di Yogyakarta. Meski demikian Nailendra mengatakan aksi #GejayanMemanggil tak eksklusif sebagai gerakan mahasiswa. 

"Mereka yang turun ke jalan nanti tidak akan membawa bendera organisasi tertentu. Semuanya tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak karena ini aksi bersifat organik," ujarnya. 

Aksi #GejayanMemanggil rencananya akan dimulai pukul 13.00 WIB. Massa aksi akan diarahkan berkumpul di tiga titik pada pukul 11.00 WIB. Tiga titik kumpul itu yakni di Gerbang Utama Kampus Sanata Dharma, lalu di Pertigaan Revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan terakhir di Bundaran Universitas Gadjah Mada.

"Tapi bukan berarti kampus-kampus yang menjadi titik kumpul itu mendukung aksi ini. Ketiga titik kumpul itu kami pilih semata pertimbangan aksesibilitas. Orang-orang juga sudah mengenalnya," kata Nailendra. 

Setelah berkumpul pukul 11.00 WIB, massa di tiga titik itu akan melakukanlong march menuju lokasi aksi di pertigaan Gejayan. Nailendra mengatakan di sana akan disiapkan panggung untuk menggelar mimbar bebas.

Semua orang disebut Nailendra diberi kesempatan untuk berorasi. Namun, panitia tetap melakukan seleksi untuk mencegah orasi-orasi bermuatan provokasi.

Rencananya, aksi #GejayanMemanggil akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Saat bubaran nanti panitia bakal memandu massa untuk kembali ke titik kumpul masing-masing agar proses bubaran berlangsung tertib. 

Nailendra melanjutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait aksi #GejayanMemanggil. Selain itu panitia juga berkoordinasi dengan sejumlah pengacara lembaga hukum. 

Adapun tuntutan aksi #GejayanMemanggil adalah membatalkan rencana pengesahan sejumlah rancangan undang-undang.

RUU yang mendapat sorotan antara lain RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Komisi Pemberantasan Korupsi dan RKUHP. Selain itu aksi #GejayanMemanggil mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

"Kami juga akan menyatakan kekecewaan terhadap penangkapan sejumlah aktivis yang kami anggap kriminalisasi dan kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia," kata Nailendra.

Artikel Asli