Aksi 'Bersih-Bersih' Erick Thohir Diklaim Bakal Kurangi Korupsi di BUMN

Liputan6.com Diupdate 04.00, 19/11/2019 • Dipublikasikan 04.00, 19/11/2019 • Athika Rahma
Hari Jadi Satria Muda
Pemilik Satria Muda, Erick Thohir, memberikan sambutan saat peluncuran film 25 tahun Satria Muda di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (15/11). Peluncuran ini dalam rangka peringatan hari jadi SM yang ke-25 tahun. (Bola.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Menteri BUMN Erick Thohir merombak pos strategis sebagai bentuk penyegaran birokrasi kementerian yang dipimpinnya mendapat tanggapan positif dari kalangan ekonom.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, hal ini dapat menguatkan kementerian. Selama ini, menurut dia, masih ada sejumlah sektor yang belum mendapat penyegaran, sehingga rawan korupsi.

"Ya, ini bagian dari 'bersih-bersih' rezim BUMN lama karena dianggap lemah dalam pengawasan BUMN, sehingga marak korupsi," tutur Bhima kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Selain itu, Bhima juga menilai perombakan struktural ini dapat meningkatkan kinerja BUMN dan relasinya dengan sektor swasta yang selama ini jarang dilibatkan dalam program kerja.

"Kinerja juga banyak yang belum memuaskan, seperti proyek infrastruktur yang utilitasnya rendah dan kurang melibatkan swasta. Itu yang coba dirombak," katanya.

Erick Thohir, dengan latar belakang dari sektor swasta, diharap bisa melakukan sinergi BUMN dengan berbagai pihak. Sehingga BUMN yang selama ini kerap mendapat kritik bisa terus meningkatkan performanya.

"Memutus rantai salah urus BUMN," ucapnya.

Erick Thohir Sapu Bersih Semua Eselon I Kementerian BUMN

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir memimpin pertemuan sembilan perwakilan partai pendukung koalisi ke kediaman pribadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie di Jakarta, Senin (8/10). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Perombakan di struktur Kementerian BUMN bakal dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Setelah sebelumnya mengangkat dua wakil menteri, kini giliran jajaran Eselon I.

Setidaknya semua eselon I yang sebelumnya membantu Rini Soemarno selama memimpin BUMN akan dipindahkan. Keseluruhannya diarahkan untuk mengisi pos direksi di beberapa BUMN.

"Betul (SK keluar hari ini)," kata salah satu Eselon I Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro, kepada Liputan6.com, Senin (18/11/2019).

Wahyu sendiri saat ini masih menjabat sebagai Deputi Usaha Agro dan Farmasi Kementerian BUMN. Dari informasi yang diterimaLiputan6.com, Wahyu sendiri nantinya akan ditempatkan menjad Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Pegadaian (Persero).

 

Selanjutnya

Gedung Kementrian BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya Wahyu, Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro direncanakan mengisi jabatan sebagai Wadirut Pupuk Indonesia Holding Company, Edwin Hidayat Abdullah bakal sebagai Wadirut PT Angkasa Pura II (Persero), Hambra bakal mengisi Wadirut PT Pelindo II (Persero), Aloysius Kik Ro bakal menjadi Dirut Danareksa Sekuritas, Gatot Trihargo bakal menjadi Wadirut Perum BULOG dan Fajar Harry Sampurna akan menjadi Dirut PT Barata Indonesia (Persero).

Hanya saja, kepastian mengenai posisi para Eselon I Kementerian BUMN ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN yang akan dikeluarkan sore ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli