Akhir Pelarian Pemerkosa di Bintaro yang Viral

kumparan Dipublikasikan 01.53, 11/08 • kumparanNEWS
Ilustrasi pemerkosaan Foto: Shutterstock

Masyarakat dikejutkan akibat postingan viral seorang perempuan bernama Amy Fitria di akun media sosial pribadi miliknya. Melalui akun Instagramnya @amyfitria.s, dia membagikan peristiwa buruk yang telah menghantuinya selama satu tahun lamanya.

Dalam postingannya, dia menceritakan peristiwa pemerkosaan yang dialaminya pada 13 Agustus 2019.

Peristiwa itu bermula saat dirinya baru saja terbangun dari tidurnya. Amy yang hanya seorang diri di rumahnya karena sang ibu harus bekerja, dikejutkan dengan kehadiran sesosok lelaki yang tak dikenalnya masuk ke dalam rumah.

Pelaku yang diketahui bersembunyi di ruang pakaian itu berusaha membela diri dengan menghujani kepala Amy dengan hantaman benda logam. Akibat hantaman itu, darah pun bercucuran dari kepala Amy sebelum akhirnya ia jatuh.

Tak hanya itu, pelaku juga menodongkan pisau ke arah Amy dan mengancamnya untuk tak bersuara.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Amy yang mulai sadar, langsung mencari pertolongan sebelum akhirnya ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani visum. Ia juga langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Masih di hari yang sama, pelaku pemerkosaan yang diketahui juga membawa kabur ponsel milik Amy, justru menghubunginya lewat Direct Message (DM) Instagram. Dalam pesan singkatnya pelaku yang teridentifikasi bernama Raffi Idzamallah alias Gondes, meminta maaf atas perbuatannya.

Namun terlambat bagi pelaku yang diketahui bertempat tinggal di perkampungan di belakang Permata Bintaro (Sektor 9). Wajahnya yang tertangkap rekaman CCTV, menjadi bukti awal bagi Polres Tangerang Selatan untuk segera mencarinya.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Imam Setiawan mengatakan pihaknya telah bergerak dan pelaku akan segera diringkus.

Pada Minggu (9/8), Polres Tangerang Selatan memastikan telah mengamankan pelaku. Imam mengaku pencarian tersangka cukup mudahkan dengan adanya barang bukti kamera CCTV.

Setelah pemeriksaan intensif, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono mengatakan, motif awal sang pelaku hanya ingin mencuri. Namun, niat tersebut berubah tatkala pelaku melihat korban yang tengah tertidur.

“Pelaku tujuannya melakukan pencurian,” kata Wibisono.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat 3 pasal sekaligus. Selain itu polisi tidak menutup kemungkinan menjerat pelaku dengan UU ITE. Dengan penerapan pasal berlapis itu, pelaku dapat dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Untuk saat ini kita kenakan Pasal 285 KUHP, dan Pasal 365 KUHP,” kata Wibisono.

Raffi Idzamallah, pemerkosa wanita di Bintaro. Foto: Dok. Istimewa

Berikut bunyi Pasal 285 KUHP

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Berikut bunyi Pasal 365 KUHP

Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.

Artikel Asli