Akhir Cerita Carol Marie, Penyelam Pertama yang Hilang di Teluk Ambon...

Kompas.com Dipublikasikan 00.17, 14/08 • Pythag Kurniati
DOK INDONESIA.TRAVEL
Ilustrasi menyelam

KOMPAS.com- Carol Marie alias Laila (56), penyelam berkewarganegaraan Amerika Serikat yang hilang di Teluk Ambon tidak ditemukan setelah pencarian hari ke-7.

Carol rupanya merupakan penyelam pertama yang dinyatakan hilang di Teluk Ambon.

Pencarian pun akhirnya dihentikan oleh Tim SAR gabungan, Kamis (13/8/2020).

"Hari ini operasi pencarian resmi dihentikan,” kata Kepala Kantor Basarnas Ambon Djunaidi saat memberikan keterangan di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Kamis.

Namun pencarian akan kembali dilakukan jika ada tanda-tanda keberadaan korban.

“Kalau ada tanda-tanda setelah kita tutup, kita akan lanjutkan lagi pencarian tiga hari, begitu sampai tiga kali tiga hari sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014,” jelas dia.

Baca juga: Setelah 7 Hari, Pencarian WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Dihentikan

Hilang saat menyelam bersama suami

Carol Marie dinyatakan hilang pada Jumat (7/8/2020) saat menyelam bersama suaminya, Kevin Scott Pool.

Awalnya Kevin lebih dahulu menceburkan diri ke laut sekitar pukul 09.00 WIT dan disusul Carol satu jam setelahnya.

Saat mereka menyelam, tinggi gelombang di perairan tersebut diperkirakan mencapai dua meter.

Dilansir Kompas TV, Kevin sempat mendokumentasikan saat-saat menyelam bersama sang istri.

Baca juga: Di Teluk Ambon, Carol Marie Menghilang…

 

Carol tak muncul

Kevin lalu naik ke permukaan lebih dahulu.

Kevin merasa curiga lantaran istrinya tak kunjung muncul ke permukaan usai menyelam.

"Jadi setelah suaminya naik, ia mengira istrinya itu masih menyelam tahu-tahunya setelah ditunggu tidak muncul juga," kata Djunaidi.

Mendapat laporan, Basarnas langsung melakukan operasi pencarian untuk menemukan Carol.

Baca juga: Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

20 penyelam dikerahkan

Mulai hari kedua, SAR gabungan mengerahkan 20 orang penyelam profesional untuk mencari Carol.

"Ada 20 penyelam yang dikerahkan hari ini untuk mencari korban," tutur Djunaidi.

20 penyelam itu, kata dia, terdiri dari 6 penyelam Marinir TNI AL, 4 penyelam Basarnas Ambon, 9 penyelam persatuan pemandu wisata selam dan satu penyelam Polairud Polda Maluku.

Pencarian terkendala kuatnya arus bawah laut Teluk Ambon.

Selain itu, hujan juga turun dan gelombang di perairan tersebut cukup tinggi.

Baca juga: Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

 

Penyelam pertama yang hilang

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy yang turut mengikuti operasi pencarian korban di hari terakhir mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan yang pertama terjadi.

“Jadi saudara tahu ya ini peraiaran Amahusu ini sudah puluhan tahun turis datang dan manggkal di sini, tapi baru pertama kali terjadi dan peristiwa sepeti ini terjadi,” kata Richard.

“Sejak puluhan tahun perahu dari Australia maupun negara lain itu dia berlabuh di sini dan orang selam, orang berenang tidak pernah terjadi seperti ini jadi ini baru pertama kali,” katanya.

Richard juga akan mengevaluasi kebutuhan yang masih kurang di tempat wisata bahari tersebut, seperti hyperbaric chamber atau fasilitas terapu oksigen untuk memulihkan sakit dekompersi akibat menyelam.

“Seperti camber ini sudah waktunya kita punya karena selama ini hanya ada di AL kalau kita mau kembangkan diving secara serius harus kita perhatikan itu dan ini akan menjadi catatan bagi kita ke depan,” katanya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor: Robertus Belarminus, Michael Hangga Wismabrata, Abba Gabrilin, Farid Assifa, Dheri Agriesta)

Editor: Pythag Kurniati

Artikel Asli