Akan Hadir di Indonesia, Disney+ Buka Peluang Kerja

Good News From Indonesia Dipublikasikan 14.53, 10/08 • Dimas Wahyu Indrajaya
Produk Disney+ meliputi Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, dan National Geographic. © The Walt Disney Company

Industri perfilman dalam dan luar negeri mampet karena pandemi Covid-19 atau virus corona. Imbas dari menyebarnya virus tersebut membuat pengusaha bioskop ditutup sementara. Selain itu, anjuran berdiam diri di rumah (stay at home) membuat masyarakat bergantung pada hiburan yang tersedia di aplikasi perangkat pribadi, baik itu televisi, komputer, ponsel yang tentunya telah tersambung internet.

Penyedia aplikasi layanan streaming (aliran) film pun berlomba. Berbagai layanan streaming sudah masuk ke Indonesia sebut saja Iflix dari Malaysia, Viu dari Hongkong, dan Netflix dari Amerika Serikat.

Aplikasi-aplikasi penyedia layanan streaming ini bakalan kedatangan pesaing baru pada bulan September 2020 mendatang. Dialah Disney+ (dibaca Disney Plus), aplikasi layanan streaming milik perusahaan raksasa Disney.

Disney+ Hotstar, Itulah Namanya

Teka-teki kapan Indonesia bisa mengakses Disney Plus sedikit terjawab. Platform video-on-demand itu siap menyapa penikmat tayangan film di Tanah Air pada 5 September 2020. Kepastian itu terlihat dari akun Twitter @DisneyPlusID, seperti dikutip GNFI pada Senin, (10/8/2020).

Di Indonesia sendiri Disney+ akan hadir dengan nama Disney+ Hotstar, di mana Hotstar merupakan sebuah layanan streaming mitra Disney+ yang berbasis di India. Disney+ Hotstar terbentuk pada Maret 2020, yang berujung pada sukses besarnya kemitraan Disney+ dengan Hotstar. Dikutip dari media Partners Asia, Disney+ Hotstar kemungkinan akan menjadi platform video terbesar kedua di India setelah YouTube.

Apakah kalian sudah siap, Indonesia? Mulai streaming 5 September. pic.twitter.com/AJPXF9jx6t

— Disney+ Hotstar ID (@DisneyPlusID) August 4, 2020

Pengumuman hadirnya Disney+ ke Indonesia sendiri sontak menuai beragam reaksi netizen. Ada yang menyambut gembira, ada pula yang mengkhawatirkan nasib bisnis bioskop. Seperti Ernest Prakasa dalam cuitannya di Twitter yang mengungkapkan Disney+ yang bakal menjadi game changer. ''The one player that’s gonna change the entire game. Bakal seru nih,'' cuitnya.

Pengumuman mengenai Disney+ ini dibarengi juga dengan pengumuman terbaru bahwa sehari sebelum Disney+ dirilis di Indonesia, yakni 4 September, film live action Mulan bakalan dirilis melalui platform streaming tersebut, dan bukannya di bioskop. Hadirnya film Mulan di Disney+ memang di satu sisi terlihat wajar, mengingat film ini telah diundur jauh dari tanggal rilis seharusnya sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Hati-Hati Pembajakan

Kedatangan Disney+ juga terutama disambut baik oleh para netizen Indonesia yang tinggal di daerah yang tidak terjangkau layanan bioskop. Bagi para penggemar film yang jauh dari bioskop, selama ini seolah selalu ketinggalan euforia setiap ada film terbaru yang tengah populer

Untuk menonton pun, banyak dari masyarakat yang menjadikan layanan streaming film secara ilegal sebagai pilihan. Namun tunggu dulu. Berbicara soal menonton film secara ilegal rasanya pasti bakal ada saja oknum-oknum nakal yang bisa membajak film-film ini, secanggih apa pun aplikasi yang digunakan. Di bioskop saja, ada banyak penonton nakal yang diam-diam merekam jalannya film.

Kemungkinan, melalui aplikasi streaming, penonton sendiri akan mencoba memanfaatkan fitur screenshot atau rekaman layar pada jenis gawai tertentu selama menonton film.

Di aplikasi Netflix pengguna tidak bisa menangkap layar untuk mengabadikan momen-momen tertentu dalam tayangan tersebut. Lalu, apakah Disney+ di Indonesia juga akan menerapkan hal yang sama? Kita lihat saja nanti.

Lebih Mahal Dibandingkan Pesaing

Disney memasang harga 6,99 dolar AS atau setara dengan Rp 101.857 sebagai mahar untuk berlangganan Disney+. Harga ini juga berlaku di semua negara, termasuk Indonesia.

Harga ini tentu lebih mahal dari layanan Netflix yang biaya berlangganannya sebesar Rp 49.000 per bulan, atau Iflix yang dimulai dari Rp 39.000 per bulan, bahkan Viu yang harga berlangganannya dimulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per bulan.

Mengutip dari Kompas, terkait adanya pengumuman film-film baru Disney seperti Mulan yang akan ditayangkan di Disney+, akan diterapkan juga sistem video on demand (video sesuai permintaan), yang berarti ada harga lain yang harus dibayarkan untuk mengakses film tersebut. Belum lagi, harga ini juga diperkirakan akan mengalami kenaikan karena adanya pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%.

Ada kemungkinan juga Disney+ menggaet salah satu internet provider di Indonesia. Jika hal yang sama terjadi, ada kemungkinan netizen akan mendapat kemudahan akses atau promo jika menggunakan provider tertentu. Namun, hal ini sendiri belum dapat dipastikan.

Buka Lapangan Kerja Baru

Hadirnya Disney+ membuka kesempatan bagi para pencari kerja di wilayah Asia Tenggara. Dari laman resmi Disney Career, mereka membuka lowongan kerja untuk posisi Manager-Retention & Lifecycle untuk operasional Indonesia.

Dalam keterangannya disebutkan jika orang yang mendapatkan pekerjaan ini bertugas untuk mengidentifikasi kelompok pelanggan dan individu dari sejumlah tahap. Selain itu, tugas lainnya ialah memvalidasi kebutuhan dan rekomendasi dari para pelanggan.

Orang tersebut juga bertugas untuk mengetes, menganalisa dan mengoptimalkan target, serta taktik kreatif untuk memperdalam keterlibatan pengguna pada Disney+.

Lewat laman resmi mereka, Disney+ buka peluang kerja di Indonesia. Sumber: Jobs.Disneycareers.com

Selain itu, Disney+ juga mencari Senior Manager/Manager - PR & Communications untuk wilayah Asia Tenggara. Pekerjaan ini akan berbasis di Singapura dan bertugas untuk mengelola persepsi, kredibilitas dan indetitas Disney+ untuk pengguna di Asia Tenggara.

Tak hanya PR Lead, Disney Plus juga membuka lowongan untuk tingkat Asia Tenggara, yaitu Creative Producer, Senior Manager - Creative Communications, Senior Manager/Manager - Social Media, Director/ Senior Manager - Brand Marketing & Partnership, dan Graphic Designer.

Saat ini Disney+ baru ada di sekitar 12 negara, yaitu Belanda, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Irlandia, Austria, Italia, Spanyol, dan Swiss.

Referensi: Jobs.Disneycareers.com | Viva.co.id | Kompas.com | Nusabali.com | Twitter.com/@DisneyPlusID

Artikel Asli