Airlangga Sebut DKI Jakarta dan 6 Provinsi Lain Siap Sambut New Normal

Jawapos Diupdate 20.46, 27/05 • Dipublikasikan 21.30, 27/05 • Estu Suryowati
Airlangga Sebut DKI Jakarta dan 6 Provinsi Lain Siap Sambut New Normal

JawaPos.com – Pemerintah berencana menerapkan tatanan hidup baru atau New Normal untuk menjalani aktivitas di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, saat ini vaksin untuk virus tersebut belum diketemukan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomin Airlangga Hartarto mengatakan, ada tujuh provinsi yang siap menerapkan kebijakan tersebut. New Normal direncanakan dapat dimulai pada 4 Juni mendatang.

Pasalnya, berdasarkan data indeks penularan Covid-19 (R0) milik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), diketahui ada perkembangan baik. Sebagai informasi, R0 sendiri merupakan tingkat potensi penularan virus dari orang sakit ke orang sehat.

Jika R0 kurang dari satu, maka tingkat penyebaran virus kurang dari satu orang. Jika lebih dari satu, maka penularan masih tinggi.

“Berdasarkan data R0 dari Bappenas, beberapa daerah sudah siap, yaitu Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku, Jambi, DKI Jakarta sesudah tanggal 4 Juni nanti, juga Jawa Barat,” terang dia usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo melalui telekonferensi pers, Rabu (27/5).

Tentunya nanti, seluruh daerah akan menerapkan kebijakan tersebut, namun tetap berdasarkan arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemudian, untuk daerah yang penularannya masih rendah, seluruh pihak terkait diminta mempersiapkan fasilitas kesehatan dan melakukan simulasi.

“Pemda bisa juga melakukan koordinasi dan menyusun protokol, untuk uji coba di lapangan, sebelum membuka kegiatan dan prasayarat kesehatan yang dikoordinasikan dengan Menkes,” katanya.

“Karena kalau terjadi secondary wave, maka kegiatan akan dihentikan kembali dan juga nanti kegiatan pun akan terganggu,” tambah dia.

Maka dari itu, ia kembali menegaskan bahwa kesadaran masyarakat merupakan hal yang penting agar rencana New Normal dapat terlaksana dengan baik di seluruh daerah di Indonesia. “Sosialisasi, edukasi, monitoring dan penegakan hukum secara tegas akan menjadi prasayarat utama (New Normal),” pungkasnya.

Artikel Asli