Ahsan/Hendra ke Final, Indonesia Pastikan Satu Gelar di China Terbuka

kumparan Dipublikasikan 11.30, 21/09/2019 • Akbar Ramadhan
Ganda Putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) dan Mohammad Ahsan. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil meraih tiket final China Terbuka 2019. Menghadapi Li Junhui/Li Yuchen di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Sabtu (21/9/2019) petang WIB, Ahsan Hendra menang dengan skor 22-20 dan 21-11.

Kemenangan ini membuat Indonesia dipastikan mendapat satu gelar di China Terbuka 2019. Sebab, di laga semifinal lainnya akan bertanding dua ganda putra Indonesia yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian dan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.

***
Tampil di depan publik sendiri membuat energi tambahan untuk Li Junhui/Liu Yuchen. Serangan-serangan yang bertubi dari ganda China tersebut menyulitkan pasangan Indonesia, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan. Di awal gim pertama, pasangan yang berjuluk The Daddies ini ketinggalan 2-5.

Namun, Ahsan/Hendra tak panik. Pelan-pelan unggulan nomor dua ini bisa memperkecil keadaan menjadi 5-6. Pada momen ini, Ahsan sempat mengalami perawatan karena cedera di tangannya. Beruntung, cedera yang menimpa Ahsan tak parah sehingga ia bisa meneruskan pertandingan.

Laga pun kembali berlangsung ketat. Ahsan/Hendra mampu keluar dari tekanan dan berbalik untuk menyerang pasangan China tersebut.

Skor 9-9 sempat menghiasi gim pertama ini. Sayang, Ahsan/Hendra harus masuk ke interval dengan keadaan tertinggal 10-11. Lepas jeda, Li/Liu berhasil mempertahankan dominasi.

Kesalahan sendiri yang kerap dilakukan Ahsan/Hendra membuat skor 14-11 untuk keunggulan pasangan China. Akan tetapi, Li/Liu juga tak bermain konsisten. Pengembalian yang menyangkut di net membuat angka terus bertambah untuk Ahsan/Hendra.

Pasangan Indonesia sempat membuat angka sama menjadi 17-17. Rally yang panjang sempat terjadi di pengujung gim pertama. Ahsan/Hendra akhirnya berhasil memaksa deuce dengan skor 20-20. Gim pertama pun menjadi milik Ahsan/Hendra dengan skor 22-20 usai pengembalian Li Junhui menyangkut di net.

Ahsan/Hendra mengambil inisiatif tekanan di awal-awal gim kedua. Penempatan bola yang apik ditambah kesalahan sendiri dari lawan membuat pasangan Indonesia itu sempat unggul 5-1.

Ahsan/Hendra semakin berada di atas angin. Pukulan-pukulan keras yang menukik dari The Daddies sangat sulit dikembalikan dengan baik oleh pasangan China. Skor 11-5 untuk keunggulan Ahsan/Hendra menjadi penghias di interval gim kedua.

Selepas jeda, Ahsan/Hendra semakin menjauh. Smash-smash keras yang dilakukan oleh juara dunia 2019 mampu menghasilkan angka. Unggulan kedua China terbuka ini pun sempat unggul 15-8. Dua challange yang berhasil dilakukan oleh pasangan Indonesia membuat mereka semakin menjauh.

Skor 18-11 menghiasi jalannya pertandingan. Ahsan/Hendra pun memastikan langkahnya ke final usai pengembalian dari Liu Yuchen melebar. Ahsan/Hendra pun menang dengan skor 21-11.

Artikel Asli