"Ada yang Tak Beres dengan Mundurnya Fakhri Husaini dari Timnas U-19"

Kompas.com Dipublikasikan 10.40, 14/11/2019 • Nirmala Maulana Achmad
KOMPAS.com/Firzie A. Idris
Mantan striker Timnas Indonesia, Rochy Putiray, saat ditemui KOMPAS.com di acara Ngobrol Jersey yang diprakarsai Jerseyforum dan Komunitas Jersey Timnas Indonesia (KJTI) di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

KOMPAS.com - Mantan pemain timnas Indonesia, Rochy Putiray, ikut angkat bicara terkait pamitnya Fakhri Husaini dari kursi kepelatihan timnas U-19 Indonesia.

Fakhri Husaini pamit dari kursi kepelatihan timnas U-19 Indonesia seusai berhasil mengantarkan anak asuhnya ke putaran final Piala Asia U-19 2020.

Pada laga terakhir, timnas U-19 Indonesia menahan imbang Korea Utara dengan skor 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (10/11/2019).

Dua laga sebelumnya, Indonesia sukses mengalahkan Timor Leste (3-1) dan Hong Kong (4-0).

Timnas U-19 Indonesia pun memuncaki klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 dengan nilai 7 poin dan berhak lolos ke putaran final.

Baca juga: Bagus Kahfi Ingin Fakhri Husaini Tetap Latih Timnas U-19

Namun, setelah itu, Fakhri Husaini memutuskan untuk pamit dari kursi kepelatihan timnas U-19 Indonesia.

Ia menyatakan bahwa kontraknya akan berakhir pada Desember 2019.

Rochy Putiray yang pernah bermain bersama Fakhri Husaini di timnas Indonesia pada 1997, menilai bahwa ada alasan lain di balik keputusan pelatih timnas U-19 tersebut.

"Soal mundurnya Fakhri, saya yakin ada yang enggak beres di kepengurusan PSSI sebelumnya. Karena saya sangat kenal dia, bahkan saya pernah ribut sama dia," ujar Rochy Putiray saat ditemui di Lapangan Pusdikjas, Cimahi, Rabu (13/11/2019), dikutip dari Tribun Jabar.

Rochy Putiray juga mengaku belajar banyak soal sepak bola di dalam maupun luar lapangan dari sosok Fakhri Husaini, termasuk soal komitmen sebagai pemain dan pelatih.

"Enggak mungkin alasan dia mundur hanya karena statusnya sebagai karyawan di salah satu perusahaan," kata Rochy.

"Kalau karena alasan itu, dia enggak akan terima kerjaan sejak awal. Dan desakan dia harus balik ke timnas pun sebenarnya desakan netizen," ucapnya.

Baca juga: Saran ke PSSI untuk Penggantinya, Fakhri Husaini Minta Pelatih Lokal

Pria yang dikenal nyentrik saat bermain bola dengan sepatu yang berbeda warna itu menambahkan, belakangan, PSSI senang mengganti pelatih saat timnas senior maupun junior sedang bagus-bagusnya.

"Tren federasi sepak bola Indonesia itu ketika pelatih sedang bagus-bagusnya lalu dicoret. Itu merusak mental pemain. Pekerjaan besar buat kepengurusan PSSI yang baru," kata Rochy melanjutkan.

Saat disinggung soal kemungkinan ia menggantikan posisi Fakhri sebagai nakhoda Timnas U-19 Indonesia, Rochy mengaku hal itu tak bakal terealisasi.

"Saya lebih berminat melatih timnas perempuan ketimbang timnas laki-laki," ujar Rochy sambil bercanda.

Penulis: Nirmala Maulana AchmadEditor: Tri Indriawati

Artikel Asli