Ada Gambar Masjid di Jersey Anyar, Klub Bundesliga Jerman Tak Takut Ditinggal Fans

INDOSPORT.com Diupdate 11.19, 13/08 • Dipublikasikan 14.17, 13/08 • Penulis: Ade Gusti | Editor: Isman Fadil

INDOSPORT.COM – Klub Bundeliga Jerman, Koln FC menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir kehilangan basis pendukung setelah merilis jersey baru yang memuat gambar masjid.

Penampilan jersey anyar klub menjelang awal musim jadi salah satu hal yang selalu ditunggu-tunggu para pendukungnya. Namun tidak bagi Koln yang sudah siap kehilangan basis penggemarnya demi memegang teguh prinsip daripada keuntungan.

Dilansir dari situs DW, Koln FC pada hari Selasa (11/08/20) mengirimkan pesan ‘melambaikan tangan’  di akun Twitter kepada seorang penggemar yang keberatan dengan elemen berbau Islam yang disematkan di jersey tandang untuk musim depan.

Jersey warna merah muda, salah satu seragam tandang yang dirilis Koln FC itu menjadi sorotan karena memuat gambar berbagai landmark kota, seperti Katedral Koln, sungai Rhine, dan siluet sebuah masjid termegah di kota tempat klub itu berada.

We received notice from a member who wanted to cancel their membership due to the mosque on our kit.
To that we say: goodbye, and thanks for the idea! 👋 #effzeh pic.twitter.com/2y2OHTiz1j

— 1. FC Cologne (@fckoeln_en) August 11, 2020

Pendukung itu mengklaim bahwa  keputusan klub menempatkan bangunan masjid pada seragam klub menjadikan Koln sebagai ‘organisasi keagamaan’. Pendukung itu juga mengatakan bahwa Koln tidak bisa menyebut klub Muslim atau simbol masjid.

Pendukung itu menyatakan keluar dari keanggotaan pendukung setia Koln FC, yang mana keputusan pendukung ini mungkin akan memancing suporter lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Kendari begitu, Koln tampaknya tidak khawatir jika para pendukung setia mundur satu per satu dari keanggotaan. Sikap Koln ini dipertegas oleh direktur olahraga, Alexander Wehrle, yang mengklaim masjid adalah salah satu simbol kota Koln.

“Masjid itu merupakan simbol dari komunitas besar Turki di Cologne, di mana terdapat banyak penggemar fanatik klub. Dan ini sudah jadi bagian yang tak terpisahkan dari cakrawala Cologne,” kata Wehrle.

“Ini berlaku terlepas dari bagaimana seseorang berdiri secara politis dalam kaitannya dengan pengurus masjid.”

Terletak di barat Jerman, Koln memiliki komunitas Muslim yang signifikan dan klub sebelumnya mengatakan bahwa menambahkan masjid ke desain kaos itu dimaksudkan "sebagai tanda inklusivitas di kota."

Namun Masjid Pusat Koln, yang secara resmi dibuka pada tahun 2018 oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, telah dianggap kontroversial, dengan otoritas urusan agama pemerintah Turki di Jerman, DITIB, berkontribusi pada biaya pembangunannya.

Perlu dipahami bahwa populasi penduduk Muslim di Jerman adalah yang terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. dari 81 juta penduduk Jerman, sebanyak 4,7 jura di antaranya beragama Islam dengan mayoritas berdarah Turki.

Koln memiliki penduduk Muslim 11 persen dari total populasi kota. Sejumlah masjid pun diketahui tersebar di kota ini, termasuk Masjid Agung Koln, yang siluetnya muncul di jersey tandang FC Koln.

Masjid Agung Koln ini adalah masjid terbesar di Jerman dan dimiliki oleh DITB (Turkish-Islamic Union for Religious Affairs). Masjid berkapasitas 4.500 meter persegi ini diresmikan oleh presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada September 2018 lalu,

Artikel Asli