AS: Tawaran hadiah uang dari Iran untuk membunuh Trump, itu konyol

Kontan.co.id Dipublikasikan 13.58, 21/01/2020 • SS. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Amerika Serikat (AS) menyebut tawaran dari anggota parlemen Iran soal hadiah uang sebesar US$ 3 juta kepada siapa pun yang membunuh Presiden Donald Trump sebagai sesuatu yang "konyol".

"Itu konyol tetapi memberi Anda rasa dari dasar-dasar teroris rezim tersebut dan rezim itu perlu mengubah perilakunya," kata Robert Wood, Duta Besar AS di PBB untuk Perlucutan Senjata, kepada wartawan di Jenewa, seperti dikutipReuters.

"Atas nama masyarakat Provinsi Kerman, kami akan membayar uang tunai US$ 3 juta kepada siapa pun yang membunuh Trump," ujar Ahmad Hamzeh, anggota parlemen Iran, seperti dikutip kantor berita ISNA, Selasa (21/1), dan dilansir Reuters.

*Baca Juga: Iran tawarkan hadiah US$ 3 juta bagi siapa pun yang membunuh Trump *

Tapi, Hamzeh tidak memerinci, apakah pemberian hadiah itu merupakan keputusan dari penguasa ulama Iran untuk mengancam Trump.

Kerman adalah kota kelahiran Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds, yang tewas dibunuh oleh pesawat tak berawak AS pada 3 Januari lalu di Baghdad, Irak. Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke sasaran AS di Irak.

"Jika kita memiliki senjata nuklir hari ini, kita akan terlindungi dari ancaman. Kita harus memproduksi rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak yang tidak konvensional dalam agenda kita. Ini adalah hak kita,” sebut Hamzeh.

*Baca Juga: Tiga roket jatuh di dekat Kedutaan Besar AS di Irak *

Sebelumnya, Daily Mirror pada 6 Januari lalu melaporkan, Iran menawarkan hadiah uang sebesar US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,12 triliun untuk kepala Donald Trump setelah terjadi aksi pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani.

Selama pemakaman televisi di Iran, siaran resmi pemerintah mengatakan, setiap satu orang warga Iran akan dikenakan satu dolar AS, dan uang tunai yang terkumpul itu akan diberikan kepada siapa pun yang membunuh Presiden AS.

“Iran memiliki 80 juta penduduk. Berdasarkan populasi Iran, kami ingin mengumpulkan US$ 80 juta yang merupakan hadiah bagi mereka yang berhasil mendapatkan Presiden Trump," demikian pengumuman tersebut seperti dilansir situs en24.

Artikel Asli