Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Sajikan Rekomendasi Destinasi Jajanan Kuliner Kaki Lima, Akun Dari Halte ke Halte Viral

Trending Now! Dipublikasikan 07.08, 20/08

Dari sekian banyaknya akun rekomendasi kuliner, Dari Halte Ke Halte tak bisa dianggap sebelah mata. Mungkin jika ada penghargaan dengan kategori akun media sosial yang memberikan manfaat, Dari Halte Ke Halte layak masuk daftar nominasi. Sebab, berkat akun ini, banyak usaha kelas kaki lima, kedai kopi, kafe-kafe kecil di Jakarta dan sekitarnya yang naik daun karena jadi banyak pengunjung.

Akun ini menjadi rujukan populer bagi warga ibu kota karena faktor kedekatan dan aksesibilitas. Seperti cuitan HalteMin (sebutan untuk admin akun tersebut) lewat akun akun Twitter @drhaltekehalte, nama Dari Halte Ke Halte sendiri dipilih karena sesuai dengan konsep yang dirancang, yaitu merekomendasikan tempat-tempat yang menarik, terutama street food dan kedai kopi yang bisa dijangkau dengan transportasi umum.

Nasi Bebek Khofifah buka nih. Lokasi di samping BCA, antara Suisse Bakery & Halte Mangga Besar, seporsi nikmat nasi bebek Rp16K, sate ati Rp4K #darihaltekehalte pic.twitter.com/3cV6GKsTWd

— Dari Halte Ke Halte (@drhaltekehalte) August 13, 2021

Semua tempat kuliner yang direkomendasikan merupakan ulasan jujur dan bebas endorsement. DHKH memiliki prosedur pembuatan ulasan dengan mendatangi tempat makannya langsung. Akun ini tak menerima bentuk endorsement makanan sebab akun ini ingin berbagi ulasan dan pengalaman yang otentik dan sebebas mungkin dari bias.

Akun ini, dalam memposting konten tentang rekomendasi kuliner, tak hanya menjelaskan seputar rasa dan harga, namun seringkali juga menjelaskan tentang kisah penjualnya. 

Pada tahun 2019, salah satu usaha kecil yang kemudian berdampak baik karena mengalami kenaikan pembeli yang signifikan berkat dipromosikan DHKH. Adalah Dimsum Arsyif yang terletak di Jalan Blora. Salah satu pembeli dimsum yang mencuitkan di Twitter bercerita si Bapak penjual dimsum biasanya dagangan miliknya baru habis selepas maghrib. Tapi begitu dipromosikan, Dimsum Arsyif udah ludes sejak pagi.

Dari setaun yang lalu hampir tiap pagi ngebungkus dimsum ini buat sarapan,dari msh jualan dpn alfamidi sampe kena usir pindah ke stumpy..
Padahal bulan lalu bapaknya kalo pagi masih planga-plongo duduk nunggu pembeli…sekarang belinya harus pake antri😊
makasih @drhaltekehalte pic.twitter.com/ZxClCLsnpj

— Fian Fiun (@Fian_Achmd) August 14, 2019