Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Apa yang Bisa Membuat Seseorang Skoliosis?

Quora Dipublikasikan 04.14, 12/08
Photo by: Joyce McCown on Unsplash

Artikel ini merupakan kerja sama LINE TODAY x Quora untuk memberikan ruang diskusi yang bermanfaat. Kami juga mengajak pembaca untuk memberikan pendapat di kolom komentar.

---

Apa yang bisa membuat seseorang skoliosis?

Dijawab di Quora Indonesia oleh Willi Fragcana Putra:

Skoliosis adalah salah satu kelainan kelengkungan tulang belakang (Spine Curvature Disorder), dimana kondisi tulang belakang mengalami gangguan yang menyebabkan ketidak selarasan tulang belakang

PENYEBAB SKOLIOSIS

Penyebabnya cukup banyak, oleh berbagai macam faktor seperti idiopatik, kongenital, neuromuskular, developmental syndrome, dan tumor.

Kongenital

Skoliosis kongenital terjadi pada usia dalam kandungan, dalam masa perkembangan janin. Kelainan yang terlihat merupakan akibat dari kelainan pada formasi, segmentasi, atau keduanya. Kelainan formasi, terjadi akibat defisiensi dari materi embrio yang dibutuhkan untuk perkembangan vertebra (tulang belakang) normal yang dapat menyebabkan kelainan vertebra. Sedangkan kelainan segmentasi yang sering ditemukan adalah unilateral bar, dimana kelainan terjadi satu vertebra secara unilateral atau dapat meluas.

Idiopatik

Penyebabnya belum diketahui dengan jelas, namun sebuah studi melaporkan adanya korelasi antara derajat skoliosis dengan kontribusi genetik, dimana prevalensi penderita skoliosis meningkat pada individu yang memiliki riwayat keluarga penyakit serupa. Faktor lain seperti sekresi hormon, struktur jaringan ikat, sekresi melatonin, otot paraspinal juga diperkirakan sebagai penyebab, akan tetapi belum dapat dibuktikan dengan pasti.

Tumor

Tumor yang dapat menyebabkan spine curvature disorder adalah osteoblastoma, osteoid osteoma, intraspinal-intramedullary tumor dan tumor ekstra medulla.

Faktor Risiko

Menurut sebuah studi cross-sectional, yang dilakukan oleh Sedrez et al. pada 59 individu berusia 7 - 18 tahun, kifosis toraks berkaitan dengan jenis kelamin wanita, berolahraga hanya 1 atau 2 kali seminggu, waktu tidur lebih dari 10 jam, postur duduk yang tidak adekuat, dan cara membawa peralatan sekolah. Studi ini juga membuktikan beberapa faktor risiko terkait dengan lumbar lordosis, yaitu cara membawa tas yang asimetris, sedangkan faktor risiko yang berkaitan dengan terjadinya skoliosis adalah berolahraga kompetitif dan waktu tidur lebih dari 10 jam. Selain itu, terdapat data terkait dengan adolescent idiopathic scoliosis (AIS) yang melaporkan wanita lebih berisiko terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki dengan rasio 5,3 : 1.

Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan terjadinya deformitas tulang belakang adalah :

  • Konsumsi Alkohol
  • Infeksi pada tulang belakang
  • Osteoporosis pada tulang belakang
  • Trauma pada tulang belakang

Studi terkait konsumsi alkohol telah dilaporkan pasien alkoholik memiliki massa tulang yang lebih rendah dan derajat kifosis yang lebih tinggi dibandingkan studi kontrol. Semakin intensif seseorang minum alkohol, makin tinggi sudut Cobb yang terjadi dan makin banyak terjadi patah tulang (vertebra maupun non vertebra).

Referensi:

1. Onen MR, Naderi S. General Approach to Spinal Deformities. Turk Neurosurg. 2014;24(Table I):1–12.

2. Negrin JA, Reimers EG, Betancor H, Gonzales M. Cobb Angle, Vertebral Deformity and Fractures in Alcoholic Patients. Rev Osteoporos Metab Min. 2012;15–21.

3. Sedrez JA, Izabel M, Noll M, Medeiros S, Candotti CT. Risk factors associated with structural postural changes in the spinal column of children and adolescents. Elsevier. 2015;33(1):72–81.

4. Dayer R, Haumont T. Idiopathic scoliosis : etiological concepts and hypotheses. J Child Orthop. 2013;7:11–6.

5. Mehlman CT. Idiopathic Scoliosis [Internet]. Medscape. 2018. Available from: Idiopathic Scoliosis

https://emedicine.medscape.com/article/1265794-overview

Artikel Asli