915 Perempuan Hilang Selama Lockdown, Ombudsman: Jumlahnya Mengkhawatirkan

iNews.id Dipublikasikan 20.15, 05/08 • Antara
Ilustrasi orang hilang. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi orang hilang. (Foto: Istimewa)

BOGOTA, iNews.id – Sebanyak 915 perempuan dan anak perempuan dilaporkan hilang di Peru selama masa karantina wilayah (lockdown) akibat wabah Covid-19. Secara perinci, para korban hilang itu terdiri atas 309 perempuan dan 606 anak perempuan, dalam laporan antara 16 Maret hingga 30 Juni 2020.

Komisioner Hak Perempuan di Kantor Ombudsman Nasional Peru, Isabel Ortiz, menyebutkan bahwa pencatatan harus tetap dijalankan untuk menelusuri jejak mereka yang hilang atas pertimbangan jumlah kasus yang tinggi itu. “Angka ini sudah mengkhawatirkan,” kata Ortiz kepada Reuters.

Dia menuturkan, para perempuan yang hilang itu harus ditemukan walau bagaimanapun kondisinya—entah masih hidup atau meninggal dunia. Pihak berwenang juga harus mengusut, apakah mereka menjadi korban perdagangan seks, kekerasan dalam rumah tangga, atau pembunuhan.

“Kami mengetahui jumlah perempuan dan anak perempuan yang hilang, namun kami tidak mempunyai informasi terperinci tentang berapa banyak yang telah ditemukan. Kami tidak mempunyai catatan yang tepat dan mutakhir,” ujar Ortiz.

Tanpa data semacam itu, kata dia, keadaan para perempuan yang dilaporkan hilang tersebut selamanya tidak akan ketahuan. Sebagian dari mereka kemungkinan merupakan korban kekerasan berbasis gender.

“Dalam beberapa kasus, pelaku (kekerasan atau pembunuhan) justru adalah orang yang melaporkan korban hilang,” ucap Ortiz menjelaskan.

Menurut Ortiz, di wilayah Amerika Latin dan Karibia, jum;ah kasus pembunuhan perempuan serta kekerasan terhadap perempuan memang tinggi karena kultur kejantanan (macho culture) dan norma sosial yang mengatur peran perempuan.

“Kekerasan terhadap perempuan terjadi karena banyak pola patriarki yang berlaku di masyarakat. Banyak sekali stereotip tentang peran perempuan yang mengatur perilaku semestinya, dan ketika tidak sesuai, maka kekerasan digunakan terhadap mereka,” tuturnya.

Artikel Asli