Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

9 Restoran Jepang dengan Cita Rasa Autentik di Jakarta

kumparan Dipublikasikan 05.35, 02/04/2019 • Justian Edwin | Food Blogger
Dari 9 restoran ini, yang mana favoritmu? #userstory

“Saya menemukan fakta bahwa jika saya sedang duduk bersama delapan atau sembilan chef terbaik di dunia--dari Prancis, Brazil, Amerika, dari mana pun--dan kamu bertanya pilihan mereka jika hanya memiliki satu pilihan negara untuk makan selama sisa hidupnya, mereka semua akan memilih Jepang tanpa ragu.”

Kutipan di atas datang dari mendiang Anthony Bourdain tentang betapa Jepang memiliki kekuatan magis pada kulinernya. Pun geliat kuliner asal Negeri Sakura memang hadir di setiap sudut mata kita.

Tidak pernah satu anime pun yang pernah saya tonton menghilangkan unsur kuliner dari negeri asalnya. Saya ingat betul mengenal dorayaki dari Doraemon, pun dengan ramen yang kerap hadir dalam adegan anime favorit saya, Sailor Moon.

Selain upaya subliminal dalam karya dan budaya, Jepang identik dengan kuliner karena punya sesuatu yang dapat ditawarkan. Rasa yang unik dan beragam metode pengolahan makanan menjadi daya tarik utama.

Dalam ranah diplomasi, Jepang juga membawa kuliner bersama strategi politik globalnya. Pada 2014, Presiden Amerika Serikat kala itu--Barack Obama, bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam rangka Sushi Summit.

Pertemuan bilateral tersebut membawa narasi kuliner ke dalam hubungan erat politik dan budaya kedua negara. Ternyata,gastro diplomacy antara Jepang dan AS sudah berjalan sejak lama, termasuk ketika Presiden George W. Bush singgah ke sebuah Izakaya di Jepang.

Di Indonesia sendiri, kuliner asal Jepang bukan hal yang asing. Paling tidak, lidah kita pernah mengecap rasa gurih saus teriyaki. Melihat kecenderungan masyarakat Indonesia yang menggemari kuliner Jepang, restoran-restoran Jepang kini menjamur di segala penjuru.

Berikut rekomendasi kuliner khas Jepang yang memiiki kriteria khusus, yakni bersih, nyaman, pelayanan baik, dan konon punya rasa autentik.

Yoiko Ramen dan Ichigoya

Foto: Justian Edwin

Entah berapa kali saya memasukkan Yoiko Ramen dalam tulisan-tulisan saya. Karena menurut saya ada sebuah konsensus dari publik akan kenikmatan rasanya yang tidak terbantahkan.

Namun, beberapa teman saya yang berkesempatan pelesir ke Jepang pernah berkata bahwa ramen yang rasanya sangat mendekati ramen yang mereka pernah coba di Jepang adalah Ichigoya.

Yang mana favoritmu?

Kira-Kira Ginza dan Tengoku Sushi

Foto: Ayu Pratiwi/ayupratiwi.com

Jika ada dua restoran Jepang dengan harga relatif terjangkau yang punya sashimi terbaik di Jakarta, pilihan saya jatuh kepada Kira-Kira Ginza dan Tengoku Sushi. Keduanya menyajikan sashimi segar dengan kualitas sangat baik.

Walau memiliki konsep gerai berbeda, saya menikmati makan di kedua restoran ini. Ada dua kesamaan lain dari Kira-Kira Ginza dan Tengoku Sushi, yakni koneksi internet yang buruk dan antrean panjang sebelum kita masuk ke dalamnya.

Sunny Side Up

Foto: Justian Edwin.

Bagi orang Indonesia, mungkin Omurice adalah makanan yang sangat mudah diterima. Konsep nasi goreng dengan telur dadar sama sekali tidak asing di depan mata dan juga lidah kita.

Cara makan omurice juga tidak perlu banyak usaha seperti memegang sumpit. Restoran dengan omurice dengan rasa yang lumayan enak dan lokasi strategis adalah Sunny Side Up di Kota Kasablanka.

Foto: Justian Edwin

Bingung pilih menu nasi yang lain? Coba ikon kuliner yang sedang tren sekarang, nasi salmon mentai. Nasi dengan mayones, telur ikan, salmon, dan kepiting. Lembut dan lumer di mulut.

Saya sendiri pernah coba salmon mentai dari Sabi-Sabi Jakarta. Rasanya tak mengecewakan,lho.

Daitokyo Sakaba

Foto: Justian Edwin

Pertama kali saya mencoba gyuutan beberapa tahun lalu di Daitokyo Sakaba, sebuah restoran Jepang di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Sejak saat itu, saya selalu kembali untuk memesan menu yang sama.

Setelah berbicara dengan beberapa pelayan di Daitokyo, saya baru tahu kalau restoran ini masih satu grup dengan Kira-Kira Ginza dan Ramen 38 Sanpachi.

Pemiliknya, Daisei San dan Suzuki San membawa langsung konsepnya dari Jepang. Menurut Ami, operational leader Daitokyo, menu favorit selain gyuutan adalah Kawa (kulit ayam yang dibuat seperti sate) dan hourenzo butter (bayam tumis).

Kashiwa

Foto: Anak Jajan/anakjajan.com

Izakaya adalah sebuah konsep pub (self service) asal Jepang yang biasanya ramai dikunjungi pada jam pulang kerja. Orang Jepang gemar berbagi kudapan asin dan manis sembari menenggak beberapa botol bir.

Kashiwa di Melawai, Jakarta Selatan, bisa jadi pilihan untuk kamu coba. Banyak menu yakitori yang bisa menjadi teman minum bir. Di dalamnya padat dengan gelak tawa pengunjung, namun masih terasa cukup privat.

Tanpopo Jakarta

Foto: Hans/@eatandtreats

Tanpopo Jakarta memberikan pengalaman berbeda saat kamu menyantap sepaket yakiniku favoritmu. Konsepnya yang tenda di ruang terbuka membuat rasa semarak sangat terasa.

Walau hanya berbentuk tenda, cara memasak dan pelayanan yang diberikan di Tanpopo sama sekali berbeda dengan warung tenda pada umumnya.

Anak Jajan, akun kuliner berpengaruh di media sosial, berujar bahwa mereka sering ke Tanpopo saat sedang rindu suasana di Jepang. Cukup untuk memberikan validasi bahwa Tanpopo memenuhi syarat autentik.

Mo-Mo Paradise

Foto: mo-mo-paradise.id

Sebuah restoran dengan menu andalan shabu-shabu dan sukiyaki berani memberikan klaim bahwa mereka adalah restoran nomor satu pada kategori tersebut.

Mo-Mo Paradise, gerai asal Jepang yang telah hadir di berbagai negara, juga mencoba peruntungan di Indonesia.

Berlokasi di tiga area di Jakarta, Mo-Mo Paradise nampak mendapat respons sangat baik dari pasar, dengan pujian utama dalam hal kesegaran daging dan sayurannya. Harga Rp 180.000 untuk all you can eat rasanya tidak berlebihan, bukan?

Artikel Asli