9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Parepare Segel Kantor DLH

Kompas.com Dipublikasikan 03.32, 13/12/2019 • Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin
KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDIN
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Parepare Segel Lantor DLH

PAREPARE, KOMPAS.com -- Gaji selama 9 bulan tak dibayarkan, puluhan petugas Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, Sulawesi Selatan mogok kerja.

"Kasihan kami Pak, anak istri tak bisa makan. Kami terpaksa harus pinjam uang sama tetangga tiap bulannya. Hari ini kami menyegel kantor karena 9 bulan gaji kami tak dibayarkan," ungkap Martinus, salah satu petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Jumat (13/12/2019).

Menurut Martinus, sebanyak 29 petugas kebersihan belum digaji oleh Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Pemilik Lahan Tak Akan Buka Segel Sekolah Sebelum Dibayar

Mereka sejak malam menduduki kantor DLH Kota Parepare. 

"Sejak malam tadi kami di kantor, Pak.  Kami tidur di halaman kantor karena kami malu sama anak dan istri pulang tak bawa uang," ucap Martinus.

Puluhan petugas kebersihan yang menyegel kantor DLH didampingi sejumlah tokoh masyarakat yang prihatin dengan nasib ke-29 petugas kebersihan Kota Parepare itu. 

"Kami sejumlah tokoh masyarakat mendampingi 29 petugas kebersihan. Di mana perasaan Pemerintah Kota Parepare yang tak membayarkan gaji petugas kebersihan," kata tokoh masyarakat Kota Parepare, Tinno. 

Akibat kantor DLH disegel petugas, aktivitas kantor itu lumpuh.

Pegawai yang hendak masuk kantor terpaksa harus memanjat pagar. 

*Baca juga: Segel Sekolah, Pemilik Lahan Sudah Minta Izin *

Wali Kota Parepare Taufan Pawe berjanji akan segera membayarkan gaji ke 29 petugas kebersihan yang belum terbayarkan.

Pemkot Parepare segera memulihkan surat keputusan (SK) pengangkatan 29 tenaga honorer atau Tenaga Pekerja Harian (TPH) petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare.

"Pemulihan SK ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk membayarkan jasa atau honor para petugas kebersihan selama sembilan bulan.

Langkah ini diambil menyusul keluarnya hasil pemeriksaan Inspektorat Parepare terhadap masalah 29 petugas kebersihan yang bekerja tanpa SK itu," kata Taufan Pawe.

Penulis: Kontributor Pinrang, Suddin SyamsuddinEditor: Khairina

Artikel Asli