9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

Kompas.com Dipublikasikan 14.04, 20/11/2019 • Vitorio Mantalean
KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda usai dipanggil Komisi III DPRD Kota Bekasi terkait kisruh ormas di Bekasi minta jatah kelola parkir minimarket, Senin (18/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Jatah anggota ormas mengelola parkir minimarket di Kota Bekasi sudah dihentikan per Oktober 2019 lalu karena polemik surat tugas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi.

Selama kurun Januari-September 2019, Kota Bekasi disebut "hanya" meraup Rp 1,2 miliar.

"Dia (Bapenda) hanya dapat dari hasil parkir minimarket hanya Rp 1,2 miliar. Dari Januari sampai September lalu," ujar Ketua Komisi III Bidang Keuangan Kota Bekasi, Abdul Muin Hafidz melalui telepon, Rabu (20/11/2019).

Hal itu disampaikan Muin setelah jajarannya mengadakan rapat bersama Kepala Bapenda Kota Bekasi, Aan Suhanda pada Senin (18/11/2019) lalu.

"Kami tadi minta data semua, semua yang selama ini dia keluarkan surat penugasan, ada berapa sih kurang lebih minimarketnya?" ujar Muin.

"Karena kami ingin mengkalkulasi, kalau Rp 1,2 miliar satu tahun, berapa nih sesungguhnya potensinya? Apakah itu riil atau tidak?" ia menambahkan.

Akan tetapi, Aan disebut tak mampu menunjukkan secara transparan dari minimarket mana saja uang parkir itu ditarik. Padahal, data tersebut penting buat pemerintah memetakan potensi pajak parkir dari minimarket untuk pendapatan asli daerah (PAD) 2020 mendatang.

"Dia enggak bisa menyampaikan. Saya bilang, 'kan pasti surat penugasan itu ada kopiannya semua, Pak'. Enggak mungkin mengeluarkan surat penugasan, enggak ada kopiannya," tutup Muin.

Surat tugas untuk anggota ormas mengelola parkir minimarket sebelumnya jadi sumbu konflik ormas dengan pengusaha minimarket beberapa pekan lalu.

Kepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda sudah diperiksa polisi terkait kasus ini. Komisi III DPRD Kota Bekasi juga menganggap bahwa penerbitan surat tugas itu mengandung beberapa kekeliruan.

Penulis: Vitorio Mantalean

Editor: Sabrina Asril

Artikel Asli