Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Teknologi 5G Diprediksi Akan Sumbang Rp70.702,2 Triliun Bagi Ekonomi Global

IDX Channel Dipublikasikan 02.03, 22/10 • Intan Rakhmayanti Dewi
Teknologi 5G Diprediksi Akan Sumbang Rp70.702,2 Triliun Bagi Ekonomi Global. (Foto: MNC Media)
Teknologi 5G Diprediksi Akan Sumbang Rp70.702,2 Triliun Bagi Ekonomi Global. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Teknologi 5G yang sudah berkembang ternyata mampu memberikan sumbangsih terhadap perekonomian global. Bahkan, menurut Global System for Mobile Communications Association (GSMA) memperkirakan terdapat kontribusi sebesar USD5 triliun atau Rp70.702,2 triliun pada 2025 mendatang.

Hal tersebut dapat terjadi sebab negara-negara semakin mendapat manfaat dari peningkatan produktivitas dan efisiensi yang disebabkan oleh peningkatan penggunaan layanan seluler. 

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang yang mempercepat transformasi digital dan lebih banyak bisnis-bisnis yang kini maju dengan teknologi baru, dengan fokus pada 5G. 

Jaringan 5G sendiri akan menguntungkan semua sektor ekonomi selama periode ini, dengan layanan dan manufaktur melihat dampak paling besar.

“Selama pandemi COVID-19, ekosistem seluler bertindak sebagai penyelamat bagi orang- orang, bisnis, dan masyarakat. Industri ini menunjukkan ketahanannya, dan sekarang kita harus terus mendorong batas-batas kemungkinan," kata Kepala GSMA Asia Pasifik, Julian Gorman, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021). 

GSMA baru-baru ini juga mengumumkan pembentukan Komunitas Industri 5G Asia Pasifik (APAC) di Mobile 360 Asia Pasifik. Komunitas ini merupakan ekosistem baru yang didirikan bagi mereka yang mencari peluang untuk menghadirkan Industri 4.0 dan transformasi digital dari jaringan 5G.

Komunitas Industri 5G APAC terdiri dari 12 anggota yang berkontribusi, serta komunitas pasar berkembang IoT dan 5G yang ada, yang memiliki lebih dari 500 anggota yang berada di lebih dari 30 negara. 
 
Adapun anggota Komunitas Industri 5G APAC yaitu termasuk AIS, Axiata, DEPA, DHL, Globe, Huawei, Kominfo, Maxis, MDEC, Schneider Electric, Telkomsel dan, Viettel.

Gorman menyebut, tujuan Komunitas Industri 5G APAC adalah untuk membuka kekuatan konektivitas 5G sehingga orang-orang, industri, dan masyarakat dapat berkembang. 
 
“Kami sangat senang mengumumkan pembentukan Komunitas Industri 5G APAC sebagai platform kolaborasi untuk untuk mendukung inovasi, aplikasi, dan peluang bisnis industri 5G.” pungkasnya. (TYO)

Artikel Asli