8 Remaja Dihukum Angkat Satu Kaki Usai Tertangkap Pesta Miras

Media Indonesia Dipublikasikan 08.16, 25/05 • http://mediaindonesia.com/
Sejumlah remaja dihukum angkat satu kaki oleh anggota Babinsa Kodim 1603 Sikka.

DI MASA pandemi Covid-19, pemerintah telah meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas berkumpul sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Parahnya, instruksi pemerintah ini tidak dihiraukan oleh sejumlah remaja di wilayah kampung Wuring Laut, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Mereka malah melakukan aksi tidak terpuji dengan menggelar pesta minuman keras (miras). Beruntung aksi mereka berhasil dibubarkan oleh anggota Babinsa Koramil Kodim 1603 Sikka.

Ada delapan remaja yang berhasil diamankan. Mereka yang tertangkap miras itu langsung dihukum angkat satu kaki oleh aparat keamanan dan disaksikan oleh seluruh warga sekitarnya.

Babinsa Koramil 1603-01/Alok, Kodim 1603/Sikka, Serda Yongky Sikvester Molina kepada Media Indonesia, Senin (23/05) mengatakan, ada delapan remaja yang diamankan oleh saat asyik meneguk minuman beralkohol di perayaan hari raya idul fitri.

"Kita dapat laporan dari warga. Mendapat informasi kita langsung bergerak ke lokasi. Di saat penggerebekan, mereka lagi asyik pesta miras di hari lebaran," terang Serda Molina ini.

Ia mengatakan, sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing-masing, dirinya memberikan hukuman fisik berupa angkat satu kaki di hadapan warga sekitarnya. Selain itu juga, mereka diminta untuk berjanji di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk tidak akan mengulangi perbuatan seperti pesta miras.

"Mereka kita berikan hukuman angkat satu kaki untuk memberikan efek jera agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Setelah itu, kita suruh mereka pulang ke rumahnya masing-masing," pungkas Serda Molina ini. (GL/OL-10)

Artikel Asli