8 Makanan Tinggi Lemak yang Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Kompas.com Dipublikasikan 16.12, 04/08 • Dian Reinis Kumampung
Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan berlebih atau mempertahankan berat badan yang sehat, kamu mungkin cenderung menghindari makanan berlemak tinggi.
Sepanjang hidup, kita diajarkan untuk memandang lemak sebagai musuh kesehatan, dan meminimalkan asupan lemak, entah itu saat berjuang menurunkan berat badan atau tidak.
Tentu saja, jika saat diet kamu tetap mengonsumsi junk food yang mengandung lemak nabati terhidrogenasi, maka diet yang kamu lakukan kemungkinan akan gagal. Belum lagi, masalah kesehatan lain yang berisiko muncul.
Baca juga: Pangkas Lemak Perut dengan Minum Cukup Air
Selama bertahun-tahun, lemak telah dikaitkan dengan semua hal buruk, mulai dari penyakit kardiovaskular dan kanker hingga hipertensi dan diabetes.

Sehingga, meskipun kamu makan sebanyak yang diinginkan tanpa menambah berat badan, pola makan tinggi lemak tetap dapat merusak pembuluh darah dan organ tubuh.
Meski demikian, diet yang sehat harus mengandung lemak.
"Jangan takut gemuk," kata Susie Rucker, ahli terapi nutrisi di Body With Soul.
“Ini penting untuk kesehatan kita. Ini membantu tubuh menyerap vitamin seperti A, D, E dan K, membantu dalam produksi hormon, menjaga kulit kita terlihat baik, membuat kita kenyang dan mengatur nafsu makan kita, menghancurkan hasrat makanan, dan meningkatkan kemampuan pembakaran lemak tubuh,” ujar Rucker.

Baca juga: Mengganti Kopi dengan Teh Bisa Membantu Bakar Lemak Perut Membandel
Tidak semua lemak diciptakan sama
Lemak yang harus dihindari adalah lemak trans, yang biasanya ditemukan dalam makanan ringan kemasan dan makanan ringan seperti kue, pai, dan keripik.
Sedangkan lemak sehat ditemukan dalam makanan utuh yang tidak diproses. Ketika dikonsumsi dalam keadaan alaminya tanpa dicampur dengan apapun, mereka memiliki manfaat yang baik bagi tubuh.
Berikut adalah delapan makanann dengan lemak tinggi yang bisa membantumu menurunkan berat badan:
1. Alpukat
Buah krim ini mengandung sebagian besar lemak tak jenuh tunggal. Selain membantu menurunkan kolesterol jahat, lemak baik ini perlu waktu untuk dicerna, meningkatkan rasa kenyang dan dengan demikian mencegah pesta makan berlebihan.
2. Daging dari sapi yang diberi makan rumput
Daging dari sapi yang diberi makan rumput memiliki protein berkualitas tinggi, yang memenuhi kebutuhanmu dan bisa membuatmu kenyang lebih lama.
Ditambah lagi, daging dari sapi yang diberi makan rumput memiliki jenis asam lemak omega-6 yang disebut CLA (asam linoleat terkonjugasi) yang dalam studi Skandinavia, telah ditemukan untuk melawan lemak.

Baca juga: Pola Makan, Kunci 8 Cara Membakar Lemak Perut

3. Minyak kelapa
Tubuh mengubah minyak ini menjadi energi dengan segera, alih-alih menyimpannya sebagai lemak.
Ini membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh, meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar energi.
4. Kuning telur
Banyak penelitian telah menemukan, bahwa orang yang makan telur untuk sarapan mengonsumsi sekitar 400 kalori lebih sedikit sepanjang hari daripada orang yang tidak.

Alasannya? Protein dalam kuning telur membuatmu merasa kenyang lebih lama.

Baca juga: 5 Gerakan untuk Lenyapkan Lemak di Perut Samping
5. Ghee (minyak samin)
Juga dikenal sebagai butter yang mengandung CLA, yang diyakini dapat meningkatkan massa tubuh tanpa lemak, sekaligus mengurangi lemak tubuh.
6. Kacang
Sebagai sumber protein dan serat yang baik, kacang-kacangan menstabilkan kadar gula darah dan menciptakan perasaan lebih kenyang, sehingga kmampu mengontrol keinginanmu untuk makanan yang tidak sehat.
Pilihan terbaik adalah kacang almond, kenari, dan kacang mede - pilihlah varietas tanpa minyak atau garam tambahan.
7. Minyak zaitun
Minyak buah ini mencegah rasa lapar dan membantu tubuh memecah lemak lebih efisien.
8. Salmon
Ini kaya akan asam lemak omega-3, yang beberapa penelitian telah menunjukkan untuk mengurangi lemak tubuh dan menurunkan kadar gula darah, terutama jika seseorang mengikuti gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Baca juga: Diet Rendah Lemak Pengaruhi Sistem Reproduksi Pria, Benarkah?

Penulis: Dian Reinis KumampungEditor: Bestari Kumala Dewi

Artikel Asli