Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

30 Persen Produk Kecantikan di Sociolla Milik Anak Bangsa

Peluncuran Kerja Sama Social Bella Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Evie/Magang
Co-founder dan President Social Bella Indonesia (Sociolla), Christopher Madiam, mengungkapkan bahwa saat ini produk kecantikan lokal di Sociolla tumbuh pesat dari sejak pertama kali berdiri di 2015. Saat ini, produk kosmetik lokal menempati 30 persen dari total produk di platform Sociolla.

Co-founder dan President Social Bella Indonesia (Sociolla), Christopher Madiam, mengungkapkan bahwa saat ini produk kecantikan lokal di Sociolla tumbuh pesat dari sejak pertama kali berdiri di 2015. Saat ini, produk kosmetik lokal menempati 30 persen dari total produk di platform Sociolla.

"Dari kita mulai 2015 benar-benar merek lokal ini bertumbuhnya pesat sih, jadi kita lumayan bangga sebagai platform Indonesia menjadi salah satu media mereka untuk mempromosikan produknya. Kita menyaksikan pertumbuhan mereka sebagai merek lokal, tidak kalah dengan merek internasional," ujarnya ketika ditemui usai jumpa pers di Jakarta, Senin (2/9).

Dia mengatakan bahwa platformnya tidak hanya memberikan tempat untuk menjual produk kepada produsen kecantikan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikannya. Saat ini terdapat setidaknya 1,2 juta pengguna atau registered member yang aktif memberikan ulasan mengenai produk yang dijual di Sociolla.

Christopher mengatakan produk yang paling diminati dalam platformnya seperti skincare yaitu toner dan serum. Sedangkan dalam jenis makeup, produk yang diminati adalah lipstik. Namun dalam hal merek, dia mengatakan bahwa konsumennya tidak memilih produk hanya berdasarkan mereknya.

"Kalau untuk (konsumen) kategori kita, mereka bukan tergantung merek sentris, tapi pada SKU (jenis barang), jadi pelanggan kita mencari SKU mana yang sesuai dengan kebutuhan, warnanya apa," ungkapnya.

Menurutnya, dengan keadaan yang seperti itu, terjadi keseimbangan antara merek produk lokal dan asing. "Kebetulan dia (merek lokal) ini mengeluarkan satu varian yang lagi tren. Tapi pastinya merek luar kalau liat ini langsung ikutan mengeluarkan produk yang serupa, jadi menyusul produk lokal lagi," imbuhnya.

Sementara itu saat ini Social Bella memiliki tiga unit bisnis kecantikan yakni e-commerce (sociolla), Media (SO.CO dan beauty journal) serta Brand Development. Mereka ingin produsen kecantikan lokal memahami sociolla beserta dengan ekosistemnya tidak hanya menjual produk, tetapi juga sebagai sarana dalam menginformasikan produk secara akurat termasuk cara penggunaannya.

Sebelumnya pada pertengahan 2019 Sociolla membuka gerai fisik Sociolla Offline Store yang menjual produk sehingga konsumen dapat mencoba langsung. Rencananya gerai akan dibuka di kota-kota besar lainnya dengan mempertimbangkan lokasi serta kebutuhan pelanggan.

"Di mana lokasinya saat ini kita belum tahu karena mau fokus yang kemarin dulu, karena baru bulan Juli. Pertanyaannya, apa (produk kecantikan) yang dibutuhkan pelanggan kita sih, karena kita punya data di Sociolla untuk menentukan fokus ke daerah mana yang dibutuhkan," tutupnya.

Reporter Magang: Evie Haena Rofiah

Artikel Asli