74 Anak-anak di NTB Positif Korona, Sebagian Besar Tertular dari Keluarga Dekat

Lombok Post Diupdate 17.16, 25/05 • Dipublikasikan 00.16, 26/05 • Redaksi Lombok Post
74 Anak-anak di NTB Positif Korona, Sebagian Besar Tertular dari Keluarga Dekat

MATARAM—Jumlah anak-anak di NTB tertular Covid 19 terus meningkat. Minggu (24/5) Dikominfotik NTB mencatat 72 anak-anak tertular Covid 19. Rinciannya 24 balita dan 48 usia anak antara 6-18 tahun.

Jumlah ini kemudian bertambah setelah Satgas Covid 19 NTB mengumumkan dua kasus baru pada Senin (25/5).  Jumlah ini membuat total jumlah anak-anak NTB terjangkit korona adalah 74 orang.

Sementara itu dua pasien anak terbaru tersebut adalah :

Pasien nomor 479, MR, laki-laki, usia 18 bulan, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah

Pasien nomor 480,  NA, laki-laki, usia 5 bulan, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

“Sebagian besar anak tertular dari orang tua atau keluarga yang lain. Tetapi ada juga yang belum  ditemukan sumber penularannya,” kata Kadikes NTB dr. Nurhandini Eka Dewi kepada Lombok Post kemarin.

Karena itulah Kadikes meminta para orang tua untuk memberi perhatian khusus kepada anak-anak mereka di masa pandemic ini.

“ Karena itu jangan pernah membawa anak keluar rumah tanpa alas an yang jelas karena mereka sangat rentan  dan mudah tertular penyakit,” imbuhnya.

Sementara itu hingga 18 Mei lalu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat 584 anak di seluruh Indonesia  terkonfirmasi positif Covid-19.

“584 anak terkonfirmasi positif Covid-19. Berdasarkan laporan dari anggota IDAI di seluruh Indonesia melalui perwakilan cabang IDAI di masing-masing provinsi,” kata Sekjen IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso kepada JawaPos.com, Senin (25/5).

Piprim menuturkan, IDAI pun mencatat sebanyak 14 anak terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. Sementara itu, 129 anak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. “Tercatat juga 3.324 anak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP),” ujar Piprim.(ili/JPG/r2)

 

Artikel Asli