7 Penyebab Pembukaan Lama Saat Melahirkan Normal

Popmama.com Dipublikasikan 03.00, 16/11/2019 • Annisa Nur Indah
pixabay/StockSnap

Proses persalinan adalah momen yang dinanti sekaligus menegangkan khususnya, jika momen ini merupakan kelahiran anak pertama Mama. Jika Mama akan persalinan normal, pasti sudah tahu istilah fase pembukaan.

Pembukaan adalah fase untuk membuka jalur lahir si Kecil. Untuk itu, dibutuhkan pembukaan yang sempurna agar kepala dan tubuh bayi bisa melewati jalur lahir tersebut. Namun ada beberapa kasus yang menyebabkan pembukaan ini berlangsung lama dan menyakitkan.

Berikut Popmama.com telah merangkum 7 penyebab pembukaan lama saat melahirkan normal.

1. Rongga panggul sempit

pixabay/ Rainer Maiores

Sebelum lahir normal, bayi memang harus melewati rongga panggul. Jika rongga panggul terlalu sempit maka, Mama akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pembukaan dan melahirkan bayi secara normal.

2. Ukuran bayi terlalu besar

pixabay/Free-Photos

Biasanya bayi dengan ukuran lebih dari 3,5 kg akan menyebabkan proses persalinan lebih lama karena bayi tidak bisa melewati jalan lahir dengan normal. Namun jika pembukaannya sudah sempurna, dokter biasanya akan melakukan indikasi episiotomi untuk membantu kepala bayi bisa melewati jalur lahir.

3. Posisi bayi

pixabay/ Madlen Deutschenbaur

Untuk melahirkan normal dan pembukaan bisa sempurna, seharusnya posisi kepala bayi sudah berada di bawah sehingga bisa melewati jalur lahir. Jika posisi bayi sungsang dan Mama ingin tetap melahirkan normal maka seharusnya dilakukan upaya untuk mengembalikan posisi janin ke posisi yang seharusnya.

4. Memiliki riwayat bedah serviks

pixabay/rawpixel

Apabila Mama pernah mengalami bedah serviks, proses pembukaan ini akan lebih sulit dan lebih sakit. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara Mama mendapat rangsangan dari pasangan seperti sentuhan, usapan dan dukungan dari pasangan akan membantu Mama merasa lebih tenang.

5. Mengalami masalah hormon

pixabay/ Suchart Sriwichai

Saat melalui proses persalinan, Mama akan merasa lebih lelah dan stress. Kedua kondisi ini akan menghambat produksi hormone oksitosin, dimana hormon ini bisa merangsang agar pembukaan bisa berlangsung lebih cepat.

6. Plasenta previa

pixabay/Charlotte Paltrinieri

Plasenta yang seharusnya keluar setelah bayi berhasil dilahirkan namun kali ini posisi plasenta berada di bawah tubuh bayi. Dengan kata lain, plasenta ini menghalngi jalan lahir bayi. Kelainan plasenta ini dikenal dengan istilah plasenta previa.

7. Bayi kembar

pixabay/ esudroff

Mama dengan bayi kembar juga akan mengalami kondisi ini. Hal ini karena perut Mama mengembang terlalu besar sehingga menghambat terjadinya kontraksi alami.

Sudah tahu kan, Ma penyebab kenapa pembukaan bisa berlangsung lama? Kalau Mama pro dengan kelahiran normal, semoga ulasan ini bisa memberikan gambaran dan mempersiapkan opsi lain apabila Mama memiliki masalah yang telah disebutkan di atas.

Agar proses persalinan lancar, Mama sebaiknya juga melakukan konsultasi rutin ke dokter kandungan mengenai pilihan dan persiapan untuk persalinan Mama.

  • Proses Persalinan Bayi Kembar yang Harus Mama Ketahui
  • Mengenal 4 Jenis Plasenta Previa dan Faktor Penyebab Selama Kehamilan
  • Penting untuk Diingat! Begini 7 Tanda Janin Masuk Panggul
Artikel Asli