7 Mitos Seputar Oral Seks yang Sebaiknya Tak Dipercayai

kumparan Dipublikasikan 12.10, 09/07 • kumparanWOMAN
Ilustrasi seks oral Foto: Shutterstock

Oral seks dianggap menjadi salah satu aktivitas seksual yang aman dilakukan. Selain dilakukan tanpa adanya penetrasi ke dalam vagina, oral seks pun bisa menghindari kehamilan.

Tetapi sayangnya, banyak mitos-mitos seputar oral seks yang masih dipercayai oleh sebagian orang hingga kini. Apabila terus dibiarkan, mitos ini justru bisa menimbulkan masalah kesehatan dan berbagai risiko penyakit menular seksual.

Salah satu mitos yang sering didengar adalah oral seks bisa membuat seorang perempuan kehilangan keperawanannya. Selain itu, oral seks pun dipercaya tak bisa membuat seseorang mencapai orgasme. Benarkah demikian?

Melansir Times of India, berikut ulasan selengkapnya tentang mitos seputar oral seks yang seharusnya tak dipercayai. Apa saja?

1. Oral seks bisa hilangkan keperawanan

Ilustrasi keperawanan'. Foto: Shutterstock

Satu hal yang perlu diketahui bahwa oral seks tidak melakukan kontak antara organ intim perempuan dan laki-laki, sehingga tidak berpotensi untuk menghilangkan keperawanan. Dituturkan oleh psikolog klinis asal India, Dr. Megha Hazuria Gore, seorang perempuan hanya bisa melepaskan keperawanannya jika adanya penetrasi penis ke dalam vagina.

2. Oral seks bisa menimbulkan kehamilan

com-Ilustrasi ibu hamil Foto: Shutterstock

Kebanyakan perempuan takut bila oral seks bisa menimbulkan kehamilan yang tak diinginkan. Faktanya, oral seks tidak dapat menimbulkan kehamilan, kecuali sperma pria bersentuhan atau menyentuh area vagina perempuan.

"Untuk menimbulkan kehamilan, sperma pria harus bersatu dengan sel telur perempuan sehingga terjadinya pembuahan. Tetapi ketika melakukan oral seks, hal tersebut tidak akan terjadi karena sperma akan berada di dalam mulut atau di permukaan tubuh lainnya sehingga tidak akan bertemu dengan sel telur dan tidak menyebabkan kehamilan," jelas Dr. Shivani Sachdev Gour, ahli fertilitas dari Phoenix Hospital, India.

3. Oral seks tidak higienis

llustrasi oral seks Foto: Shutterstock

Banyak yang tak menyukai oral seks karena terasa tidak higienis. Padahal, hal ini bisa diatasi dengan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memulai oral seks.

"Jika salah satu pasangan tidak percaya pada kebersihan dan sanitasi dari oral seks, sangat dipahami bahwa mereka tak mau melakukannya. Ini adalah fakta bahwa organ tubuh yang digunakan untuk berhubungan seks juga mengeluarkan urin dan orgasme dari tempat yang sama. Namun, menjaga kebersihan area intim terlebih dulu dapat membuat oral seks menjadi lebih menyenangkan," tutur seksolog India, Dr. Rajan Bhonsle.

Ia menyarankan pasangan untuk membersihkan diri, terutama area intim, sebelum dan sesudah melakukan oral seks. Tak ada salahnya mandi dan membasuh seluruh badan agar lebih segar dan gunakan pakaian yang nyaman serta harum sebelum melakukan oral seks.

4. Sulit mencapai orgasme dari oral seks

Ilustrasi Orgasme. Foto: Shutterstock

Selama ini oral seks selalu dianggap sebagai permulaan alias foreplay sebelum bercinta, sehingga banyak yang mempercayai bahwa oral seks tak bisa membuat orgasme. Namun faktanya, oral seks sangat mungkin membuat seseorang mencapai orgasme.

"Di tengah oral seks, klitoris perempuan mendapatkan stimulasi terus-menerus sehingga orgasme menjadi suatu hal yang memungkinkan dan membuat pasangan merasa puas. Begitupun dengan pria, mereka juga bisa mendapatkan orgasme melalui oral seks," ujar Dr. Shivani memberikan klarifikasi.

5. Oral seks aman dan tidak tularkan PMS

Ilustrasi seks oral Foto: Shutterstock

Salah satu mitos yang beredar bahwa oral seks jauh lebih aman dilakukan demi mencegah risiko HIV atau penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Tetapi faktanya, saat oral seks, potensi untuk tertular infeksi PMS cukup tinggi.

"Anda bisa mendapatkan PMS dan infeksi seksual lainnya melalui oral seks. Infeksi yang mungkin saja menular dapat membuat tenggorokan terasa sakit atau area bibir menghitam. Tetapi jangan khawatir karena hal ini bisa diatasi dengan konsumsi antibiotik," imbuh Dr. Shivani lagi.

6. Oral seks adalah pengganti dari penetrasi pada vagina

Ilustrasi seks. Foto: Shutterstock

Mitos yang satu ini banyak dipercayai oleh para kaum muda. Mereka yakin bahwa oral seks adalah pengganti penetrasi pada vagina.

Memang, oral seks dapat memberikan kepuasan yang sama seperti saat melakukan hubungan seks pada umumnya, tetapi hal ini bukan berarti oral seks dapat menggantikan penetrasi vagina. Dr. Megha mengatakan, ada sejumlah hormon yang terlibat dalam melakukan penetrasi seksual sehingga hal ini tidak bisa disamakan dengan oral seks.

7. Tak bisa pakai kondom saat oral seks

Ilustrasi Kondom Foto: shutterstock

Siapa bilang pria tak bisa pakai kondom saat melakukan oral seks? Nyatanya, hal ini sangat mungkin untuk dilakukan. Terlebih lagi, banyak kondom di luar sana yang diciptakan dengan berbagai macam rasa untuk membuat oral seks terasa lebih menyenangkan.

"Satu hal yang perlu dipahami adalah banyak perempuan yang tak bisa menelan sperma pria di dalam mulutnya. Sehingga, kondom aneka rasa dihadirkan untuk mengatasi masalah ini," demikian ungkap Dr. Bhonsle.

----

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Artikel Asli