7 Kota Mati di Dunia, Salah Satunya Ada yang Ingin Dihilangkan dari Peta

kumparan Dipublikasikan 23.52, 09/08 • kumparanTRAVEL
kota hantu Chernobyl Foto: Shutter stock

Mendengar kota mati pasti yang terlintas di benakmu adalah Chernobyl di Ukraina. Tapi tak hanya itu saja, ada banyak kota mati yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Selain bencana, ada berbagai sebab mengapa sebuah kota ditinggalkan hingga akhirnya menjadi kota mati.

Mulai dari karena konflik berkepanjangan hingga kesalahan strategi atau perencanaan, kota-kota itu pun ditinggalkan dan bangunan yang ada dibiarkan menjadi reruntuhan yang tergerus zaman.

Meski begitu, seiring berjalannya waktu, kota mati ini pun menjadi objek wisata anti-mainstream yang menarik minat para wisatawan.

Dilansir berbagai sumber, yuk simak tujuh kota mati di dunia yang bikin merinding.

1. Tianducheng, China

Kota Tanducheng, China Foto: Shutter Stock

Tianducheng merupakan kota yang dibuat semirip mungkin menyerupai Paris di Prancis. Tak heran jika kamu bisa menemukan ikon Menara Eiffel di kota ini.

Tianducheng dibangun sebagai salah satu kawasan elit yang ada di China. Kota ini bahkan didesain bisa menampung hingga 10 ribu orang, lengkap dengan segudang fasilitas mewah.

Sayangnya, kota yang terletak di bagian timur Kota Hangzhou, ini sangat sunyi bak kota mati. Hal ini dikarenakan tidak ada penduduk yang pindah ke kota ini, karena harga sewanya yang sangat mahal.

Kini, Tianducheng pun tak ubahnya menjadi kota mati yang dibiarkan begitu saja sebelum sempat dihuni para penduduknya. Walau begitu, kota ini menjadi salah satu atraksi wisata tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

2. Ani, Turki

Kota Ani yang kini jadi kota mati di Turki Foto: Shutter Stock

Dilansir The Atlantic, kota ini dulunya menjadi wilayah jalur perdagangan timur-barat (Asia-Eropa). Ani tumbuh menjadi kota yang berjaya pada abad ke-11, kala itu kota metropolis ini dihuni lebih dari 1.600 penduduk.

Namun, akhirnya sebuah konflik internal istana yang terjadi pada abad ke-10, membuat kota itu kehilangan pengaruhnya. Ditambah, pasukan Yunani yang mengambil alih Kota Ani pada abad ke-11.

Banyak penduduk Ani yang melarikan diri ke kota-kota terdekat, atau membuat desa baru di wilayah yang jauh dari sana. Penderitaan Kota Ani tak berhenti sampai di situ, perang besar antara Suku Kurdi dengan Kerajaan Georgia pun terjadi.

Korban jiwa banyak berjatuhan dari kedua belah pihak, termasuk juga penduduk asli Kota Ani yang masih bertahan. Peperangan itu berakhir pada 1199 M, setelah Suku Kurdi dikalahkan oleh pasukan Georgia.

Setelah peperangan itu terjadi, Ani berubah menjadi kota mati. Tidak ada satupun penduduk yang menghuni wilayah tersebut selama lebih dari tiga abad. Hal itu terjadi karena Kota Ani berada di zona militer perbatasan Turki dan Armenia.

3. Wittenoom, Australia

kota Wittenoom, Australia Foto: Shutter stock

Sebuah kota bernama Wittenoom di Australia menjadi salah satu tempat paling berbahaya dan terkontaminasi di planet bumi. Kota mati tak berpenghuni ini dulunya bekas tambang asbes yang beracun. Letaknya jauh di daerah terpencil di Pilbara, Australia Barat.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1930-an hingga 1966, kota hantu ini dihuni 20 ribu penduduk yang berprofesi sebagai pengangkut asbes biru yang mematikan. Lebih dari 2.000 kematian telah dikaitkan dengan kegiatan penambangan di Wittenoom, dan seluruh kota ini adalah tempat yang terkontaminasi.

Saking berbahayanya kota tersebut, pada tahun 1978 pemerintah setempat memutuskan untuk menutupnya atas dasar keselamatan warganya. Meskipun berbahaya, Wittenoom malah menjadi pusat wisata baru dan berhasil mendatangkan ribuan wisatawan setiap tahun hanya untuk mengambil foto dan mengunggah kota mati tersebut ke media sosial.

4. Chernobyl, Ukraina

kota hantu Chernobyl Foto: Shutter stock

Rasanya kurang lengkap jika tidak memasukan Chernobyl ke dalam daftar. Ya, salah satu kota yang terletak di Ukraina ini telah lama menjadi kota mati akibat bencana nuklir yang pernah terjadi.

Sebuah nuklir di PLTN Kota Chernobyl meledak pada 26 April 1986 silam, menyebabkan 30 orang tewas dan ribuan orang lainnya meninggal pada waktu lama setelah terkena radiasi. Ledakan ini dianggap sebagai kecelakaan nuklir terparah sepanjang sejarah dunia.

Akibatnya, isotop radioaktif dalam jumlah besar tersebar ke kawasan Uni Soviet bagian barat dan Eropa. Dua di antaranya yang paling parah terkena dampak ledakan nuklir ini adalah Pripyat dan Kopachi. Karenanya, pemerintah setempat melakukan evakuasi penduduk untuk alasan keamanan.

Setelah ledakan nuklir tersebut, Chernobyl tak ubahnya menjadi kota yang dipenuhi dengan puing bangunan, reruntuhan gedung, besi berkarat, dan benda-benda lainnya yang tidak berada pada tempatnya. Perkakas dan perabotan terletak tak beraturan dengan wujud yang tak lagi sempurna, menambah rasa seram di Chernobyl.

5. Varosha, Siprus

Potret kota hantu di Siprus Foto: Shutter Stock

Kota ini ditinggalkan penduduknya setelah berubah menjadi medan perang ketika tentara Turki menginvasi beberapa puluh tahun yang lalu.

Varosha dulunya merupakan sebuah kota makmur yang terletak di Farmagusta, Siprus. Sebelum menjadi kota hantu, Varosha nyatanya pernah menjadi destinasi wisata top dunia bagi wisatawan. Varosha menjadi kota resor yang penuh dengan segudang fasilitas mewah yang memanjakan wisatawan.

Namun, kekerasan antar etnis yang berlangsung selama beberapa dekade membuat kota menjadi medan perang dan kemudian ditinggalkan penduduknya.

Papan-papan larangan dengan pagar berduri menghiasi beberapa daerah di kota tersebut dan tak terhitung jumlahnya. Tak jauh dari pagar-pagar itu juga ada pos-pos berisi para penjaga yang akan melarang siapa pun masuk ke daerah tersebut, bahkan untuk sekadar berfoto. Hal ini dikarenakan Varosha masih menjadi salah satu zona militer.

6. Craco, Italia

Kondisi kota mati di Craco, Italia. Foto: AFP/Giuseppe Cacace

Kota Craco terletak di daerah Basilicata, Provinsi Matera, sekitar 25 mil dari Teluk Taranto.

Kota Craco cukup sering mengalami peristiwa-peristiwa alam, yang semakin lama menggerus pondasi utama kota tersebut.

Sebagai kota yang dibangun di atas bukit, dengan kontur tanah yang lembut berpasir, Craco masuk dalam kategori wilayah yang rawan mengalami kehancuran. Keadaan itu selalu membayangi kehidupan masyarakat yang tinggal di kota Craco, dan membuat tingkat keselamatan di sana menjadi cukup rendah.

Pada 1892, warga Craco mulai banyak yang meninggalkan kota dan pergi ke beberapa negara untuk mencari kehidupan baru.

Kemudian pada 1963, terjadi sebuah bencana longsor besar di wilayah perbukitan sekitar Craco. Seluruh bagian kota di sisi tebing mulai banyak yang hilang dan hancur akibat dari bencana longsor tersebut.

Penduduk yang masih tersisa pun dievakuasi pada 1975. Akhirnya Kota Craco benar-benar telah ditinggalkan oleh penduduknya, dan dibiarkan begitu saja.

7. Ashgabat, Turkmenistan

Ibu kota Turkmenistan Ashgabat Foto: Shutter Stock

Mewah namun tak berpenghuni, mungkin bisa menggambarkan salah satu kota yang ada di Turkmenistan ini. Ya, Ashgabat tak ubahnya merupakan sebuah kota mati yang tak berpenduduk.

Salah satu hal yang menyebabkan kota ini tak ubahnya menjadi sebuah kota hantu adalah karena akses dunia luar yang sulit dan membuat kota ini seolah terisolasi. Turkmenistan adalah salah satu negara yang cukup sulit dikunjungi di dunia.

Kota Ashgabat dijuluki sebagai The City of White Marble alias 'Kota Marmer Putih'. Tentu saja julukan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, seisi Kota Ashgabat benar-benar terbuat dari marmer putih.

Dilansir Amusing Planet, terdapat sekitar 543 bangunan yang terbuat dari marmer putih. Total biaya pembangunanya pun mencapai 315 juta Manat Turkmen atau setara Rp 2,5 triliun.

Ashgabat juga dinobatkan sebagai kota dengan bangunan berlapis marmer paling putih di dunia dalam Guinness Book of World Records.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Artikel Asli